Soal ‘Ngantor’ di Rujab, Bupati Seruyan : Untuk Memudahkan Pelayanan Kepada Masyarakat

BU[ATI SERUYAN, Yulhaidir memberikan keterangan pers kepada sejumlah media usai menghadiri penanaman pohon di SDN-1 Sungai Undang Kecamatan Seruyan Hilir, Jumat, 15 Oktober 2021. Foto/WAJAHBORNEO.com

WAJAHBORNEO.com, Seruyan – Tidak ingin berpolemik, Bupati Seruyan, Yulhaidir menjawab sejumlah pertanyaan yang datang dari beberapa pejabat yang menanyakan, Mengapa Bupati Seruyan sehari-harinya lebih banyak berkantor di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Seruyan?.

Yulhaidir mengatakan, berkantor di kantor Pemerintah Daerah (Pemda) atau kantor Sekretariat Daerah (Setda) yang juga dikenal dengan Kantor Bupati tidak ada bedanya dengan berkantor di Rujab.

Berkantor di Rujab kata Yulhaidir, merupakan inisiatifnya agar lebih memudahkan pelayanan kepada masyarakat.

“Ada masyarakat yang menanyakan, kenapa berkantornya di Rujab Bupati? tidak di kantor Bupati? Saya katakan, apa bedanya? toh, yang penting pelayanan kepada masyarakat tetap terjalin dan tetap terlaksana,” kata Yulhaidir kepada sejumlah media usai menghadiri acara penanaman pohon di SDN-1 Sungai Undang Kecamatan Seruyan Hilir, Jumat, 15 Oktober 2021.

“Kalau saya berkantor di kantor Pemda atau kantor Bupati, masyarakat kecil jarang yang mau kesana. Karena apa? yang pertama harus pakai kendaraan. Yang kedua, jaraknya jauh tidak bisa ditempuh dengan jalan kaki. Rujab untuk memudahkan saya bertemu dengan masyarakat, masyarakat ini-kan kadang-kadang membawa anak, kalau menunggu di Rujab bisa santai sambil berbaring,” sambungnya.

Kemudian kata Yulhaidir, kantor Pemda tempatnya lebih sempit dan sulit untuk masyarakat mengantre. Berbeda dengan di Rujab yang tempatnya lebih luas dan nyaman untuk menerima masyarakat baik pagi, siang, sore hingga malam hari.

“Apalagi situasi Covid-19 seperti sekarang ini, kita harus menjaga jarak. Kantor Bupati itu-kan sempit di lantai 2, kalau ada anak-anak, ibu-ibu yang datang mau ditaruh dimana tempat duduknya? Karena itulah, saya berinisiatif sehari-hari saya berkantor di Rujab,” terangnya.

Yulhaidir ingin seluruh masyarakat Seruyan terakomodir semuanya, tidak hanya orang-orang tertentu, pejabat ataupun pengusaha saja, masyarakat kecil juga butuh perhatian.

“Kita ini-kan ingin pelayanan yang baik, cepat, tepat, prosedur. Yang dilayani bukan hanya pejabatnya, tetapi juga masyarakat kecil pun juga perlu dilayani. Orang bisa ketemu saya siang, malam, pagi, sore. Kalau di Kantor Pemda, masyarakat kecil mau kita kemana-kan, mereka juga butuh perhatian, butuh waktu untuk menyampaikan aspirasinya,” katanya.

Pertimbangan lain, Rujab Bupati tempatnya dekat dengan pemukiman masyarakat. Yang tidak punya kendaraan mereka bisa berjalan kaki. Kemudian tempatnya luas dan nyaman untuk menunggu dan ada kopi, teh dan makanan.

“Kalau dikantor Pemda siapa yang menyiapkan, karena tempatnya sempit dan tidak setiap hari ada. Kalau di Rujab-kan setiap hari ada, paling tidak kopi dan teh,” katanya.

Orang nomor satu di kabupaten berjuluk “Gawi Hatantiring” tersebut menginginkan persoalan tersebut tidak disalah artikan, kantor Bupati tetap digunakan oleh Bupati pada saat ada acara ataupun rapat-rapat penting Pemkab Seruyan.

“Saya sering saja ke kantor Bupati, kadang-kadang saya gunakan untuk rapat-rapat penting,” ujarnya.

“Ini untuk menjawab statemen pejabat yang mengatakan kenapa berkantor di rujab? apa gunanya kantor yang ada? Tetap saya gunakan, pada saat rapat-rapat tertentu, rapat-rapat penting saya laksanakan di kantor Bupati,” paparnya.

Dijelaskan Yulhaidir, setiap pemimpin memiliki cara yang berbeda, jamannya pun berbeda sehingga secara pelayanan pun juga berbeda. Jika jaman dulu tidak ada Covid-19, saat ini pemerintah sedang berusaha menanggulangi Covid-19 yang membuat semuanya serba terbatas.

“Saya sangat senang bisa melayani masyarakat, melayani mereka, itu lah perbedaannya, tergantung individu masing-masing,” katanya.

“Terkait anggaran, saya juga mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Kabupaten Seruyan. Karena Covid-19 ini, ditengah jalan ada pemotongan anggaran, ada refocusing untuk penanganan Covid-19. Mau tidak mau kita ikuti sehingga kegiatan pun tidak bisa maksimal,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Share via
Copy link