WAJAHBORNEO.com, Seruyan — Puluhan rumah di Desa Derangga Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan terendam banjir.
Tingginya rendaman air tersebut membuat aktivitas warga terganggu, sekolah diliburkan sementara, jalan desa juga tergerus akibat arus air.
Jalan-jalan terkikis, beberapa warga terserang penyakit diare, sebagian mengalami gatal-gatal.
Kepala Desa Derangga, Aliadim Jono mengatakan, banjir tersebut sudah berlangsung sejak seminggu lalu atau sekitar Jumat, 14 Oktober hingga Sabtu, 22 Oktober 2022 ini.
“Saat ini banjir masih berlangsung, saya berharap semoga banjir ini tidak berlangsung lama,” katanya.
Aliadim menjelaskan, ada sekitar 35 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak langsung, akses ke sekolah terganggu karena jalan terendam hingga ketinggian 1 meter.
Dia berharap, ada perhatian perusahaan swasta yang berdampingan dengan desa.
“Bantuan yang kami terima sudah ada dari Pemkab Seruyan dan bantuan Pak Yulhaidir, ada juga dari PT Sumur Pandan Wangi (PT SPW), sedangkan untuk PT Tapian Nadenggan, Sinarmas Group belum menyalurkan bantuannya padahal Desa Derangga merupakan desa binaannya,” tuturnya.


