wajahborneo.com, Seruyan – Sosialisasi Kabupaten Layak Anak (KLA) nantinya diharapkan dapat menjadikan anak–anak di Kabupaten Seruyan menjadi anak–anak yang aktif, kreatif, cerdas, sehingga kelak dapat bersaing dan berdaya guna, menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan selanjutnya bisa meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup.
Demikian paparan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Agus Suharto mewakili Pj Bupati Seruyan, Djainuddin Noor saat membuka Sosialisasi Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2024 sekaligus halal bihalal DWP Kabupaten Seruyan di lapangan tenis indoor, Minggu, 28 April 2024.
“Sosialisasi ini dimaksudkan agar mengerti akan dampak buruk pernikahan dini anak yang menyebabkan tercurinya hak seorang anak. Hak-hak itu antara lain hak pendidikan, hak untuk hidup bebas dari kekerasan dan pelecehan, hak kesehatan, hak dilindungi dari eksploitasi, dan hak tidak dipisahkan dari orang tua,” katanya.
Selain sosialisasi, kegiatan ini juga dirangkai dengan sosialisasi pencegahan perkawinan dini anak serta peringatan Hari Kartini, yang bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
“Bahwa, perkawinan dini pada anak merupakan pelanggaran atas pemenuhan hak dan perlindungan anak sebagaimana amanah dalam undang-undang tentang perlindungan anak, serta bagaimana kita dapat berperan dalam pencegahan perkawinan dini anak di lingkungan sekitar kita,” ujarnya.
Pemkab katanya, menyambut baik sinergitas ini, yang merupakan langkah awal kerja sama seluruh sistem pembangunan yang berbasis hak anak, melalui pelibatan komitmen dan sumber daya dari semua unsur yang ada, termasuk Dharma Wanita Persatuan (DWP).


