Zuli Eko Prasetyo, Ketua DPRD Seruyan, ketika menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat, salah satunya tempat ibadah yang kondisinya sudah tidak layak. Foto/Ist

wajahborneo.com, Seruyan – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Seruyan diminta untuk memperhatikan kondisi bangunan tempat ibadah, baik bagi umat muslim ataupun tempat ibadah bagi non muslim lainnya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan, Zuli Eko Praseryo menyampaikan, ketika kunjungan ke setiap kecamatan kerap sekali dijumpai tempat-tempat ibadah masyarakat yang kondisinya rusak dan tidak layak untuk dijadikan tempat beribadah. Untuk itu, pemda sudah seharusnya memperhatikan dan menindaklanjuti.

“Tinjauan kami di lapangan ketika kunjungan kerja masih banyak bangunan tempat ibadah seperti mushola, mesjid, dan rumah ibadah non muslim lainnya yang kondisinya memprihatinkan,” katanya, Rabu, 6 November 2024.

Politisi PDI-P ini menjelaskan, terutama tempat ibadah yang berada di desa-desa pelosok Seruyan, yang mana saat ini kondisinya sangat sederhana dan jauh dari perhatian pemerintah. Tentunya perlu adanya upaya dari pemda mulai dari langkah inventarisir sampai kepada perealisasian bangunannya.

“Ini tentu aspirasi masyarakat semua, dengan tempat ibadah yang bagus tentu akan memudahkan para jamaah untuk khusyuk dalam beribadah menghadap kepada sang pencipta,” harapnya. (**)

Tinggalkan Balasan

copyright@wajahborneo.com

error: Content is protected !!
Share via
Copy link