wajahb👁️rneo.com, Palangka Raya — Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah pusat mulai dijalankan di sejumlah daerah di Kalteng, termasuk Kabupaten Katingan. Namun, pelaksanaannya dinilai masih menghadapi tantangan di lapangan, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga sulitnya akses menuju lokasi sekolah.
“Pendanaan memang langsung dari kementerian, tetapi mekanisme pengawasan tetap perlu dilakukan daerah, terutama terkait transparansi keuangan dan pelaksanaan di lapangan,” katanya, Rabu, 8 Oktober 2025.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai, Sekolah Rakyat sejatinya menjadi peluang besar untuk membantu anak-anak yang belum memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan formal. Hanya saja, masih banyak hambatan yang harus dibenahi agar program tersebut berjalan optimal.
Tomy mencontohkan, di Kota Palangka Raya telah terdapat sekitar 75 siswa yang menempuh pendidikan melalui Sekolah Rakyat. Namun, daya tampung masih terbatas dan beberapa lokasi sekolah berada jauh dari pemukiman warga.
Menurutnya, pemerintah kabupaten dan kota perlu berperan aktif dalam pengusulan serta pengawasan pelaksanaan Sekolah Rakyat, sementara pemerintah provinsi berfungsi sebagai fasilitator agar pelaksanaan program lebih efektif.
“Koordinasi antara pemerintah kabupaten dan kementerian harus diperkuat agar tujuan utama Sekolah Rakyat, yaitu membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi masyarakat kurang mampu, dapat tercapai,” ujarnya.
Dengan sinergi dan pengawasan yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, Tomy berharap Sekolah Rakyat benar-benar menjadi solusi nyata bagi pemerataan pendidikan di pelosok Kalimantan Tengah. (din/red2)

