wajahb👁️rneo.com, Barito Utara — Bupati Barito Utara, Kalimantan Tengah, Shalahuddin, melakukan peninjauan dan evaluasi terhadap pembangunan sejumlah jembatan strategis di wilayahnya. Dua proyek yang menjadi fokus pembahasan adalah Jembatan Sikan–Tumpung Laung dan Jembatan Muara Teweh–Lemo, yang dinilai krusial bagi konektivitas daerah.
Evaluasi tersebut dilakukan dalam pertemuan di Jakarta, Kamis. Dalam kesempatan itu, Shalahuddin menegaskan pembangunan infrastruktur tidak boleh sekadar berorientasi pada fisik bangunan, tetapi harus berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
“Saya ingin seluruh masyarakat merasakan manfaat dari pembangunan ini, terutama untuk meningkatkan aksesibilitas dan perekonomian Barito Utara,” kata dia.
Pertemuan itu melibatkan berbagai pihak terkait, mulai dari penyedia jasa, konsultan perencana, hingga manajemen konstruksi. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barito Utara, Muhammad Iman Topik, turut hadir mendampingi Bupati dalam pembahasan tersebut.
Menurut Shalahuddin, koordinasi lintas pihak menjadi faktor penentu keberhasilan proyek jembatan. Ia menilai konsolidasi yang kuat diperlukan agar setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana dan target waktu yang telah ditetapkan.
Dalam forum itu, Bupati juga meminta seluruh pihak aktif mencari solusi atas kendala yang muncul selama proses pembangunan. Ia menekankan pentingnya langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran proyek agar tidak berlarut-larut.
Shalahuddin memberikan arahan langsung terkait progres pembangunan yang telah berjalan, termasuk melakukan evaluasi pada tahap awal pelaksanaan. Sejumlah persoalan teknis yang ditemukan di lapangan turut menjadi bahan pembahasan bersama.
Dia berharap hasil pertemuan tersebut mampu mendorong percepatan dan peningkatan kualitas pembangunan infrastruktur di Barito Utara. Menurut dia, penyelesaian proyek jembatan secara tepat akan memberikan manfaat jangka panjang bagi mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. (tio/red2)

