wajahb👁️rneo.com, Barito Utara — Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Tajeri mengingatkan pemerintah daerah agar tidak terus bergantung pada sektor pertambangan batu bara sebagai penopang utama pendapatan. Pasalnya, cadangan yang terus menyusut dan fluktuasi harga global menjadi sinyal kuat perlunya strategi pembangunan jangka panjang.

“Tidak bisa selamanya kita bertumpu pada batu bara. Diversifikasi ekonomi harus mulai disiapkan dari sekarang,” kata Tajeri di Muara Teweh, pekan ini.
Selama ini katanya, sektor tambang menjadi kontributor signifikan bagi pendapatan daerah di Kabupaten Barito Utara, termasuk di ibu kota kabupaten, Muara Teweh. Ketika harga batu bara di pasar global melonjak, penerimaan daerah ikut terdongkrak. Namun sebaliknya saat harga turun atau produksi menurun, dampaknya langsung terasa pada anggaran pembangunan.
Tajeri menilai kondisi tersebut menunjukkan rapuhnya struktur ekonomi daerah yang terlalu bergantung pada satu komoditas. Ia meminta pemerintah kabupaten mulai merancang peta jalan (roadmap) pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan.
Tajeri juga menyoroti pengawasan terhadap perusahaan tambang, terutama soal kewajiban reklamasi lahan pascatambang dan pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) harus diawasi secara ketat.
“Jangan sampai eksploitasi berjalan, tapi pemulihan lingkungan dan manfaat bagi masyarakat tidak maksimal,” ujarnya.
Menurut dia, momentum saat penerimaan daerah masih relatif stabil harus dimanfaatkan untuk memperkuat sektor lain seperti pertanian, perkebunan, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Pengembangan sektor-sektor tersebut dinilai bisa menjadi bantalan ekonomi ketika produksi batu bara menurun.
“Kita harus siap sebelum cadangan habis. Jangan sampai ketika batu bara tidak lagi menjadi andalan, kita belum punya sumber ekonomi baru,” tegasnya. (yon/red2)
