wajahborneo.com, Tangerang — Transformasi perpustakaan menjadi fasilitas publik yang modern dan inklusif merupakan pilar utama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas di era digital. Mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan akses literasi masyarakat, serta percepatan adaptasi teknologi informasi di Kalimantan Tengah (Kalteng), Komisi III DPRD Kalteng menggelar kunjungan kerja (kunjker) ke Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Kota Tangerang, Jumat, 4 September 2026.
Rombongan peninjauan lapangan dan studi komparasi ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kalteng, H. Sugiyarto, bersama jajaran anggota.
Sugiyarto, mengatakan, pentingnya reposisi fungsi perpustakaan di era modern. Perpustakaan daerah saat ini tidak lagi sebatas ruang penyimpanan koleksi buku fisik, melainkan harus bertransformasi menjadi pusat kegiatan masyarakat (community hub), ruang berkreasi, dan tempat pembelajaran sepanjang hayat.
“Kehadiran kami disana untuk secara langsung melihat program unggulan Perpusda Kota Tangerang, khususnya terkait pengembangan ekosistem literasi digital, penyediaan sarana dan prasarana yang bisa diakses seluruh lapisan masyarakat, hingga strategi peningkatan minat baca di kalangan anak-anak dan remaja,” katanya.
“Perkembangan dunia literasi dan perpustakaan di Kalteng memerlukan terobosan yang selaras dengan kebutuhan zaman. Kami melihat Perpustakaan Umum Daerah Kota Tangerang telah berhasil membangun fasilitas literasi yang modern, ramah anak, dan responsif terhadap kemajuan teknologi. Pengalaman serta tata kelolanya, menjadi referensi yang sangat berharga untuk diadopsi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah,” Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Drs. H. Sugiyarto.
Strategi Peningkatan Minat Baca dan Digitalisasi Layanan
Selain aspek sarana fisik, strategi pengelolaan layanan digital di Perpusda Kota Tangerang menjadi salah satu poin penting yang disoroti Komisi III DPRD Kalteng. Kehadiran aplikasi perpustakaan digital serta kemudahan akses koleksi buku elektronik (e-book) dinilai berhasil menjangkau pemustaka secara lebih luas tanpa terbatas ruang dan waktu.
Pentingnya integrasi teknologi dalam sistem pencarian buku, pendaftaran anggota, hingga alur peminjaman yang serba mudah dan cepat. Langkah inovatif ini dipandang efektif untuk menarik perhatian generasi muda (Gen Z dan milenial) agar kembali menggemari kegiatan membaca serta memanfaatkan fasilitas perpustakaan.
Komisi III DPRD Kalteng menghimpun berbagai masukan teknis dan kebutuhan regulasi untuk dijadikan dasar acuan pengembangan perpustakaan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah diantaranya, Pertama, Pengembangan Katalog Digital; Mendorong digitalisasi katalog dan koleksi buku agar mudah diakses oleh masyarakat di pelosok daerah Kalteng. Kedua, Ruang Literasi Inklusif; Mewujudkan penyediaan fasilitas khusus untuk anak-anak, lansia, serta penyandang disabilitas di area perpustakaan. Ketiga, Program Kemitraan Literasi; Menguatkan kolaborasi antara pengelola perpustakaan daerah, sekolah, komunitas baca, dan pegiat literasi lokal. (din/red2)

