wajahborneo.com, Seruyan – Helikopter MI-17V5 mengalami insiden terjatuh di perairan Seruyan saat melaksanakan operasi pemadam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Atas tragedi tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan turut berdukacita dan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh korban baik yang sedang dirawat maupun meninggal dunia.
”Atas nama Pemkab Seruyan dan masyarakat, kita sangat prihatin dan ikut berduka cita atas insiden ini ya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, kita harapkan bisa selalu tabah dan kuat, untuk korban selamat agar cepat sembuh,” ujar Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, Kamis, 5 November 2026.
Wanda mengatakan, dalam rangka mempercepat proses pencarian terhadap korban yang belum ditemukan, Pemkab Seruyan sudah mengerahkan kapal BPBD dan peralatan menyelam guna mendukung proses evakuasi terhadap satu kru yang masih terjepit di dalam kabin helikopter.
”Hingga kini proses pencarian terus dilakukan terhadap satu kru yang terjebak di kabin helikopter,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan, Agus Supriadi, mengatakan turut berdukacita terhadap para korban, karena mereka merupakan para pejuang yang terus berupaya menjaga lingkungan tetap lestari.
”Mereka adalah pejuang kelestarian lingkungan. Artinya, bukan hanya pejuang dalam hal perang, tapi perjuangan kita untuk menjaga alam kita, menjaga udara kita tetap segar,” ujarnya.
Selain itu, dia menuturkan, BPBD Seruyan akan terus mendukung operasi pencarian terhadap satu kru yang masih terjepit dalam kabin helikopter. Dengan menggunakan kapal besar dan peralatan selam serta berkoordinasi dengan Basarnas.
”Dukungan dari BPBD, kami mengusahakan dengan kapal besar dan memiliki alat-alat selam dan juga kami sudah berkoordinasi dengan Basarnas, mereka melakukan penyelamatan pada titik lokasi yang satu orang masih terjebak di kabin helikopter,” katanya.
Agus menjelaskan, untuk lokasi helikopter jatuh dekat Pelabuhan Sigintung 11 kilometer dari arah barat. Karena saat pengambilan air menggunakan bucket yang posisi tidak jauh dari bibir pantai ke arah teluk yang cukup dalam. Jadi posisinya itu kurang lebih 1 kilometer lebih dari bibir pantai.
”Kalau titik pasti, dari arah Pelabuhan Sigintung, 11 kilo ke arah barat. Informasinya enggak terlalu jauh, karena posisinya mereka mengambil air itu agak teluk, kayak ada sungai, jadi mereka ngambilnya posisi yang dalam,” jelasnya.
- Kontributor : Said Muhammad Dandi
- Editor : Bam Hermanto

