wajahborneo.com, Seruyan — Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan korban terakhir Helikopter MI-17V5 yang jatuh di perairan Seruyan atas nama Sertu Heri Prasetyo, sesuai keinginan keluarga jenazah akan dimakamkan di kampung halamannya Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng).
Prosesi pelepasan yang dilaksanakan Sabtu, 7 November 2026 pagi, dipimpin Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, didampingi Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, serta sejumlah pejabat lainnya.
Zainul Arifin, mengatakan berdasarkan permintaan keluarga korban jenazah Sertu Heri Prasetyo diberangkatkan pada pukul 06.40 WIB menggunakan Pesawat P-8202 milik TNI Angkatan Laut dari Bandar Udara Kuala Pembuang menuju Kabupaten Klaten.
”Hari ini kita berangkatkan almarhum Sertu Heri Prasetyo, ini korban yang meninggal ketiga ya, yang baru diidentifikasi kemarin. Alhamdulillah proses evakuasi sudah berjalan dengan baik dan lancar,” katanya.
Dia menambahkan, dalam prosesi pemakaman yang dilaksanakan di Klaten akan dipimpin langsung oleh Kasad (KSAD). Hal tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada pahlawan yang telah gugur dalam melaksanakan tugas kenegaraan.
”Hari ini kita berangkatkan ke Klaten karena orang tuanya meminta dimakamkan di Klaten. Kemudian nanti sebagai inspektur upacara direncanakan Kasad yang akan memimpin,” ujarnya.
Selain itu, Zainul menjelaskan, peristiwa gugurnya helikopter tersebut meninggalkan duka mendalam, tentunya kejadian ini merupakan pembelajaran bagi seluruh masyarakat atau pihak lainnya agar tidak melakukan pembakaran lahan terbuka.
”Kecelakaan ini menjadi pelajaran berharga buat kita untuk bersama menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), semoga tahun-tahun berikutnya Karhutla khususnya di Kalimantan dan umumnya di Indonesia tidak terjadi lagi ya, pembakaran lahan dengan cara dibakar,” jelasnya.
- Kontributor : Said Muhamad Dandi
- Editor : Bam Hermanto

