wajahborneo.com, Seruyan — Fenomena iklim global El Niño yang melanda tahun ini memicu kekeringan ekstrem di sejumlah titik di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng). Akibatnya, sumur-sumur warga mengering dan sumber air layak konsumsi sulit diakses.
Merespon itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Seruyan terus mengintensifkan penyaluran air bersih bagi warga di sejumlah desa yang mengalami krisis air bersih.
Aksi tanggap darurat ini tidak berjalan sendiri, memperluas jangkauan wilayah pelayanan, PMI Kabupaten Seruyan mendapat dukungan penuh dari PMI Pusat serta PMI Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Perumdam Tirta Seruyan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Seruyan.
Ketua PMI Kabupaten Seruyan, dr. Bahrun Abbas melalui Ketua Bidang Anggota dan Relawan, Ruspandian Noor, mengatakan, berdasarkan data hingga Minggu, 23 Agustus 2026, distribusi air bersih telah berlangsung secara maraton sejak 15 Agustus 2026 lalu, meliputi Desa Sungai Undang sebanyak dua kali, Simpang Segintung wilayah tambak, eks Trans Unit IV Desa Mekar Indah, eks Trans Unit V UPTD Tanggul Harapan, Desa Pematang Panjang daerah Pematang Anglai.
“Besok (Senin, 24 Agustus 2026) rencananya ke wilayah Desa Sungai Bakau, Kecamatan Seruyan Hilir Timur,” katanya.
Ruspandian Noor menambahkan, masih dalam suasana memperingati kemerdekaan RI, aksi kemanusiaan ini digelorakan sebagai wujud nyata kehadiran PMI di tengah masyarakat.
“Dalam setiap operasi harian, relawan menyalurkan antara 5.000 hingga 15.000 liter air bersih menggunakan armada tangki kolaborasi PMI bersama Perumdam Tirta Seruyan, BPBD, dan Dinas PUPR,” paparnya. (*/red3)
