”Kalau sudah di level kreatif, melihat segala sesuatu yang terjadi bukan hanya semata biasa-biasa saja, tetapi seharusnya dan akan idealnya, efektif, efisiennya begini. Di situ level kreatif. Tapi kalau masih melihat pagi turun, lihat anak buah santai, ada target, santai saja, kadang-kadang lupa pekerjaan, tidak paham yang prioritas mana, yang biasa saja mana, maka berarti jangan-jangan anda hanya pada level tahu. Tidak pada level sistematis, apalagi kreatif,” ujar Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda saat memberikan arahan di acara penutupan Bimtek Servant Leadership Batch dua, di Aula BKAD Kabupaten Seruyan, Rabu, 14 Oktober 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Selanorwanda didampingi Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Seruyan, dr Bahrun Abbas, Narasumber Alphaquantum, Luhut Sagala, Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Setda Seruyan, Yudiansyah, dan diikuti seluruh peserta Bimtek dari eselon III.
Wanda mengatakan, dalam konteks yang lain, pada dasarnya perjalanan hingga titik ini merupakan orientasi birokrasi pemerintahan ke depan. Maka dibuatlah pelatihan Servant Leadership untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang kepemimpinan.
Wanda menyebut, dalam pelaksanaan Bimtek Batch dua diikuti sebanyak 49 peserta dari eselon III (Sekretaris Dinas/ Badan, Kepala Bidang, hingga Kepala Bagian pemerintahan). Tetapi secara keseluruhan mulai Bimtek satu hingga Batch kedua jumlah peserta yang mengikuti mencapai 100 orang.
”Hingga akhir kegiatan ini jumlah peserta yang mengikuti Bimtek sebanyak 100 orang pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Seruyan, jabatannya di level menengah kita bimbing, kita latih, kita mantapkan untuk kepemimpinannya,” katanya.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut semangat kegairahan kerja akan dilatih mulai dari kemampuan komunikasi dan membina bawahan agar mampu menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan.
”Kita harapkan pascapelatihan ini semangat baru, gairah baru, ada satu kekuatan dalam gerbong ASN untuk betul-betul melaksanakan tugas dengan baik serta meningkatkan kadar kepemimpinannya,” katanya.
Wanda menegaskan, setelah mengikuti pelatihan tersebut para peserta dituntut mampu berkontribusi dalam menjalankan tanggung jawab gerbong pemerintah untuk melaksanakan program-program yang baik, menyerap aspirasi masyarakat, dan mengeksekusinya menjadi sesuatu yang menjawab tantangan masyarakat, sekaligus merealisasikan program-program guna mewujudkan visi-misi kepala daerah.
”Nah, sekarang setelah pelatihan, setelah tahu apa itu kepemimpinan yang melayani, bagaimana berkomunikasi, berdialog, berinteraksi, kemudian juga bagaimana melihat segala sesuatu, kaitkan regulasi, lihat tujuan satuan kerja atau organisasi, lihat visi-misi Bupati, di situlah tantangannya anda dituntut harus kreatif dan inovatif,” tegasnya.
- Kontributor : Said Muhamad Dandi
- Editor : Bam Hermanto
