Reses Patih Herman : Linmas dan Kader Posyandu di Kelurahan Lanjas Bekerja Tanpa Insentif

ωajàhßörneo.cóm, Barito Utara — Setiap kali bantuan sosial disalurkan atau kegiatan lapangan digelar, hanya ada dua pegawai pria yang harus turun tangan di Kelurahan Lanjas, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Keterbatasan tenaga itu menjadi satu dari sejumlah persoalan yang dikeluhkan aparat kelurahan, di samping nasib Linmas dan kader Posyandu yang selama ini bekerja tanpa imbalan.

Keluhan tersebut disampaikan Sekretaris Lurah (Seklur) Lanjas saat bertemu anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman AB, dalam kegiatan reses baru-baru ini.

Patih Herman, politikus Partai Demokrat yang duduk di Komisi I DPRD Barito Utara, mengungkapkan bahwa dua pegawai pria di kelurahan itu adalah Rahmadi dan Muamar. Keduanya harus menangani hampir semua pekerjaan yang membutuhkan tenaga fisik di lapangan.

“Pegawai laki-laki di Kelurahan Lanjas hanya dua orang, yakni Rahmadi dan Muamar. Kalau ada penyaluran bansos atau kegiatan lapangan lain, mereka berdua yang mengerjakan semuanya. Karena itu, pihak kelurahan berharap ada penambahan pegawai, terutama laki-laki,” kata Patih Herman, Rabu, 1 Juli 2026.

Persoalan lain datang dari anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas). Menurut Patih Herman, 11 anggota Linmas di kelurahan tersebut hingga kini belum menerima insentif, bahkan tidak mendapat uang perjalanan dinas saat bertugas. Kondisi ini membuat kinerja mereka di lapangan dinilai belum maksimal.

Pria yang akrab disapa Athink itu menyebut ada kesenjangan perlakuan antara desa dan kelurahan. “Kami berharap pemerintah daerah memperhatikan kesejahteraan Linmas. Di desa-desa ada dukungan anggaran, sedangkan di kelurahan belum ada,” ujarnya.

Kader Posyandu juga mengalami hal serupa. Di Kelurahan Lanjas terdapat 15 Posyandu, dan masing-masing digerakkan sekitar tujuh kader. Mereka melayani kesehatan warga secara sukarela tanpa menerima honorarium.

Selain soal tenaga dan kesejahteraan, pihak kelurahan turut mengusulkan sejumlah kebutuhan pembangunan. Usulan itu meliputi penataan halaman kantor kelurahan, pengadaan bak sampah, pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU), serta penambahan tiang listrik PLN di RT 25. Warga juga meminta pembangunan pos kamling dan pengaspalan jalan di Gang Serikaya yang melintasi RT 1, RT 3, dan RT 5.

Seluruh usulan tersebut diharapkan dapat diperjuangkan Patih Herman dalam pembahasan program dan anggaran pembangunan daerah pada tahun mendatang. (tio/bam/red3)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

error: Content is protected !!
Exit mobile version