wajahborneo.com, Seruyan – Enam Life Raft diduga milik Kapal KM Virgo Transport 8 berhasil dievakuasi tim gabungan Sat Polairud Polres Seruyan, Marnit Direktorat Polairud Seruyan, Pos AL Kuala Pembuang, dan Basarnas Sampit di Pesisir Pantai Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Jumat, 18 September 2026.
Operasi tersebut diawali dengan apel kesiapan pukul 08.00 WIB yang dipimpin Komandan Pos (Danpos) Angkatan Laut (AL) Kuala Pembuang Lettu Laut (P) Yudi Yusmanto didampingi Kasat Polairud Polres Seruyan, AKP Djoko Poernomo. Tim gabungan terdiri dari 8 personel kemudian berangkat menuju lokasi menggunakan 10 unit kendaraan roda dua pukul 08.30 WIB.
AKP Djoko Poernomo, mengatakan, setelah sampai di Kantor Desa Sungai Perlu pukul 10.30 WIB, tim berkoordinasi dengan Kepala Desa beserta warga setempat yang turut membantu pengamanan sebelum bergerak menuju lokasi yang disampaikan.
Menurutnya, sepanjang penyisiran berlangsung hingga pukul 16.30 WIB, tim gabungan berhasil mengamankan 6 unit Life Raft yang tersebar di beberapa titik di sepanjang pesisir pantai Sungai Perlu, diantaranya Pantai Sungai Ranggau, Pantai Sungai Lengger, Pantai Sungai Batang Bahalang, dan beberapa titik di Pantai Sungai Tulis. Tidak ditemukan korban jiwa di seluruh lokasi yang telah disisir.
“Sepanjang penyisiran yang dilakukan di pantai Sungai Perlu berhasil dievakuasi 6 unit Life Raft dan tidak ditemukan korban jiwa,” katanya.
Djoko menambahkan, tim gabungan kembali melakukan penyisiran di sepanjang pesisir pantai Sungai Perlu hingga perbatasan wilayah guna memastikan tidak ada Life Raft tambahan maupun korban jiwa yang terdampar.
“Setelah melakukan penyisiran kembali kami tidak menemukan Life Raft baru maupun korban jiwa. Tim kemudian kembali ke Kantor Desa Sungai Perlu pukul 17.30 WIB untuk konsolidasi, seluruh rangkaian kegiatan dinyatakan selesai pukul 20.00 WIB dalam kondisi kondusif,” jelasnya.

