WAJAHBORNEO.com, Seruyan — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan Kalimantan Tengah (Kalteng) mengonfirmasi jika tahun 2023 ini, 9 desa di bantaran Sungai Seruyan bakal teraliri listrik dari PT PLN (Persero).
Adapun 9 desa tersebut akan terkoneksi dalam dua tahap. Pada tahap pertama, jaringan listrik akan mengaliri 6 desa yakni, Desa Tanjung Hanau Kecamatan Hanau, Benua Usang, Cempaka Baru, Palingkau, Ulak Batu dan Paren Kecamatan Danau Sembuluh.
Kemudian ditahap kedua, Desa Panyumpa Kecamatan Seruyan Tengah, Tumbang Suei dan Marandang di Kecamatan Seruyan Hulu.
Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Adhian Noor, Senin, 5 Juni 2023 mengatakan, pembangunan jaringan induk interkoneksi oleh Unit Pelaksana Program Pembagunan Ketenagalistrikan (UP3K) Kementerian ESDM dari Desa Lanpasa menuju desa di bantaran sungai Seruyan wilayah Desa Banua Usang sepanjang kurang lebih 15 kilometer akan rampung tahun ini.
“Nantinya, dari jaringan induk Benua Usang tersebut akan diteruskan pembangunan jaringannya menuju 5 desa lainnya,” katanya.
Adhian Noor juga menceritakan perjalanan panjang Bupati Seruyan, Yulhaidir bersama jajarannya di Pemkab Seruyan memperjuangkan listrik agar bisa dinikmati masyarakat di desa-desa yang terisolir.
Utamanya, berkoordinasi dengan kementerian ESDM, PT PLN hingga mengajak Perusahaan Besar Swasta Kelapa Sawit (PBS-KS) agar wilayah perkebunannya bisa dilalui jaringan Induk interkoneksi menuju pedesaan sepanjang kurang lebih 15 kilometer tanpa ada biaya dari pemerintah.
“Beberapa kali rapat bersama PLN, PBS-KS dipimpin langsung bapak Bupati Yulhaidir hingga terealisasi seperti sekarang,” katanya.
“Bapak Bupati Yulhaidir juga sering mengingatkan, karena kalau desa-desa di pinggiran sungai ini tidak diprioritaskan sekarang, kapan lagi,” sambungnya.
Adhian Noor juga bersyukur, masyarakat juga sepakat tidak ada ganti rugi lahan di area yang dilalui jaringan induk tersebut.
Dia juga mengapresiasi PBS-KS seperti PT Sawit Mas Nugraha Perdana (PT SMNP), PT Argo Indomas dan PT Rim Capital yang mendukung penuh pemasangan jaringan induk interkoneksi PLN melalui Corporate Social Responsibility (CSR).
“Saat ini sudah mulai pemasangan jaringan, diperkirakan akan nyala berbarengan di 6 desa itu,” katanya.
Bahkan kata Adhian Noor, untuk jaringan ke rumah tangga sebagian sudah dilakukan pemasangan, diantaranya di Desa Banua Usang.
“Kami pemerintah menilai, listrik ini hak masyarakat, tidak boleh menghitung untung-ruginya, karena hak masyarakat ini dilindungi undang-undang. Jadi, saat kami mengusulkan, kami juga meminta jangan menghitung itu karena ini untuk masyarakat kita juga,” tuturnya.
