Bupati Yulhaidir Dukung Damang Adat Seruyan Pasang Portal Adat Dayak di PT Tapian Nadenggan

BUPATI SERUYAN Yulhaidir (Tengah, bertopi merah) memberikan arahan di sela acara pemasangan Portal Adat Dayak oleh Damang Adat di PT Tapian Nadenggan, Kecamatan Hanau Kabupaten Seruyan, Kamis, 20 Oktober 2022. Foto/wajahborneo.com

WAJAHBORNEO.com, Seruyan — Bupati Seruyan Kalimantan Tengah, Yulhaidir mendukung pemortalan secara adat Dayak oleh Damang Adat Kabupaten Seruyan di Perusahaan Besar Swasta Kelapa Sawit (PBS-KS) PT Tapian Nadenggan, Kecamatan Hanau.

Seperti diketahui, Kamis, 20 Oktober 2022, Damang Adat Kabupaten Seruyan memasang portal adat di perusahaan milik Sinar Mas Group tersebut. Portal Adat Dayak tersebut sebagai upaya masyarakat adat mendesak agar perusahaan segera merealisasikan plasma masyarakat 20 persen sesuai SK pelepasan kawasan hutan dari Menhut Tahun 2001.

“Saya men—support dan mendukung upaya yang dilakukan oleh Dewan Adat Dayak (DAD) para Damang dan tokoh-tokoh adat,” kata Bupati Seruyan, Yulhaidir yang datang menyaksikan secara langsung pemasangan Portal Adat di PT Tapian Nadenggan, Kecamatan Hanau.

Yulhaidir mengatakan, apa yang dilakukan oleh masyarakat adat tersebut telah sesuai dengan aturan hukum.

Kemudian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan juga sejak tahun 2019 lalu hingga tahun 2022 ini terus mendesak perusahaan untuk segera merealisasikan plasma sawit untuk masyarakat. Namun, perusahaan tersebut belum merealisasikannya.

“Ketika rapat mediasi beberapa kali juga dihadirkan unsur-unsur Forkopimda, BPN dan terakhir dari Biro Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga membenarkan apa apa yang menjadi poin-poin dalam SK pelepasan kawasan hutan tidak dapat berlaku surut artinya tetap harus dilaksanakan,” katanya.

Bupati mengimbau kepada masyarakat untuk tidak anarkis, dan menghindari melakukan tindakan-tindakan di luar kendali.

“Harus tertib, aman damai dan jangan melakukan pengrusakan. Jaga kekompakan dan solidaritas, dengan TNI—Polri jangan ada selisih paham, karena mereka sudah membantu kita dari awal sejak rapat, mereka sudah membantu dengan adanya tanda tangan di Berita acara kesepakatan bersama instansi lainnya baik kejaksaan dan BPN,” katanya.

Bupati bernazar apabila tuntutan 20 persen plasma tersebut terealisasi, maka dirinya akan memotong sapi untuk masyarakat, membaca doa arwah untuk orang tua dan berpuasa  berturut-turut selama 7 hari.

Bupati juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat dalam kegiatan tersebut hingga berjalan dengan lancar.

“Terpenting kita mendapatkan lahan plasma ini secara aman tertib dan damai,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

copyright@wajahborneo.com

error: Content is protected !!
Share via
Copy link