Karhutla Meningkat di Kabupaten Seruyan, Ini Penyebabnya

POTRET Kebakaran lahan di Kabupaten Seruyan. Foto/wajahborneo.com

WAJAHBORNEO.com, Seruyan – Kabupaten Seruyan menghadapi tantangan berat dalam menghadapi dampak fenomena El Nino yang terjadi pada tahun 2023 ini. Musim kemarau yang panjang dan suhu yang meningkat signifikan telah menjadi pemicu utama terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah ini.

Agung Sulistiyono

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Seruyan, Agung Sulistyono, Kamis, 7 Desember 2023 menyampaikan bahwa dampak dari fenomena El Nino sangat terasa, terutama dalam peningkatan titik hotspot di Kabupaten Seruyan.

“Tahun 2023 dalam penanganan Karhutla.  Dihadapkan dengan Fenomena El Nino menyebabkan musim kemarau yang lebih panjang dan suhu yang sangat tinggi, sehingga titik hotspot mengalami kenaikan yang signifikan,” ujarnya.

Menurut data yang dirilis BPBD Seruyan, sepanjang tahun 2023, tercatat 2.358 titik hotspot di wilayah Kabupaten Seruyan. Jumlah kejadian Karhutla mencapai 513 kali, dengan luasan kebakaran melibatkan lebih dari 1.500 hektar lahan.

Agung Sulistyono menekankan bahwa BPBD Seruyan telah melakukan upaya maksimal dalam penanggulangan Karhutla

“Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait, pemadam kebakaran, dan melibatkan masyarakat dalam upaya pemadaman dan pencegahan. Namun, cuaca ekstrem akibat El Nino menjadi tantangan tersendiri,” katanya.

Dijelaskan, memasuki tahun 2024, BPBD Seruyan tetap berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi, memperkuat edukasi masyarakat, dan meningkatkan kapasitas dalam menghadapi potensi risiko kebakaran hutan dan lahan yang mungkin  akan terjadi.

Tinggalkan Balasan

Share via
Copy link