wajahb👁️rneo.com, Muara Teweh — Bunda PAUD Kabupaten Barito Utara Hj. Maya Savitri Shalahuddin melaksanakan rangkaian kegiatan Sehari Bersama Anak dalam rangka sosialisasi dan kampanye 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) serta penguatan literasi anak usia dini di sejumlah taman kanak-kanak di Kota Muara Teweh, Sabtu, 18 Oktober 2025.
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke TK Pembina. Dalam kesempatan tersebut, Bunda PAUD disambut para guru dan anak-anak, sekaligus memimpin sosialisasi serta demonstrasi memasak makanan B2SA (beragam, bergizi, seimbang, dan aman) bagi anak PAUD bersama orang tua murid.
“Pemenuhan gizi yang baik sejak usia dini sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Melalui edukasi B2SA ini, kami ingin orang tua semakin sadar akan pentingnya pola makan sehat bagi anak,” ujar Hj. Maya Savitri Shalahuddin.
Usai dari TK Pembina, Bunda PAUD melanjutkan agenda ke Cafe Kopi Itah untuk memberikan sambutan dan arahan pada pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten Barito Utara Tahun 2025, sekaligus berfoto bersama sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan.
Dalam sambutannya, Hj. Maya Savitri Shalahuddin menegaskan pentingnya pelestarian bahasa ibu sebagai bagian dari pembentukan karakter anak sejak dini.
“Bahasa daerah adalah identitas dan kekayaan budaya kita. Melalui Festival Tunas Bahasa Ibu ini, anak-anak diajak untuk mencintai bahasa dan budayanya sendiri sejak usia dini,” katanya.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut di Taman Lampion. Di lokasi ini, Bunda PAUD mengikuti Senam G7KIH bersama anak-anak TK Bunda Piara. Dalam suasana ceria, Bunda PAUD juga turut serta dalam kegiatan mengisi minuman ke botol bersama anak-anak serta membagikan susu sebagai edukasi pentingnya pola hidup sehat.
“Kebiasaan hidup sehat harus ditanamkan sejak kecil, mulai dari rajin bergerak, menjaga kebersihan, hingga membiasakan konsumsi makanan dan minuman yang sehat,” ujar Hj. Maya Savitri Shalahuddin.
Tidak hanya itu, Bunda PAUD Kabupaten Barito Utara juga melaksanakan kegiatan mendongeng sebagai bagian dari sosialisasi inovasi Gelitik SI UDIN (Gerakan Literasi Anak Usia Dini) melalui metode story telling. Kegiatan ini dilaksanakan di TK Bhayangkari, TK Melati Al Hidayah, dan TK Wardatul Jannah guna menumbuhkan minat baca dan daya imajinasi anak.
“Melalui kegiatan mendongeng, anak-anak tidak hanya dilatih kemampuan bahasa, tetapi juga imajinasi, empati, dan keberanian dalam berkomunikasi,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sosialisasi dan kampanye literasi melalui Radio LPPL BATARA untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas terkait pentingnya pendidikan prasekolah serta budaya literasi di lingkungan keluarga.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pendidikan anak usia dini serta peran keluarga dalam membentuk karakter, kebiasaan baik, dan kecerdasan anak sejak dini,” tutupnya.(Red)

