wajahb👁️rneo.com, Banyuwangi – Guna meningkatkan tata kelola pemerintahan yang inovatif dan modern, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan melakukan kaji tiru ke Banyuwangi, Jawa Timur, dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Minak Jinggo, Kantor Sekretariat Daerah (Setda), Rabu 11 Februari 2026.
Kunjungan kerja tersebut dipimpin langsung Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, didampingi Wakil Ketua I DPRD Seruyan Harsandi, tim satgas pengendalian pembangunan daerah kajian strategis dan investigasi khusus (PPDKSIK), kepala perangkat daerah, Plt Sekretaris DPRD Seruyan, serta tamu undangan lainnya.
Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda mengemukakan, Banyuwangi dikenal sebagai salah satu daerah dengan tata kelola pemerintahan modern dan inovatif. Kabupaten ini menjadi sorotan nasional setelah meraih predikat AA dalam penilaian sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP).
“Kita mempelajari berbagai sektor strategis, mulai dari kinerja dan manajemen birokrasi, pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, hingga pengembangan pariwisata serta inovasi layanan publik berbasis digital,” katanya.
Wanda mengatakan, kaji tiru ini bertujuan menyerap praktik terbaik (best practices) yang telah diterapkan Pemkab Banyuwangi, khususnya dalam hal digitalisasi pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Kita datang kesini untuk belajar, terkait digitalisasi pemerintahan, kualitas layanan, manajemen birokrasi, serta penguatan promosi daerah agar mampu meningkatkan daya saing antar kabupaten,” Ujarnya.
Dia menegaskan, kegiatan ini tidak berhenti hanya pada studi banding, namun akan ditindaklanjuti melalui kerja sama konkret serta transfer pengetahuan antar daerah. “Kepala perangkat daerah terkait diharapkan mampu mengadaptasi inovasi yang dilakukan Banyuwangi sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik Kabupaten Seruyan,” harapnya.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, menambahkan hasil kaji tiru yang telah dilakukan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi Kabupaten Seruyan sekaligus membuka peluang kolaborasi antar daerah. Menurut Dia, Banyuwangi unggul di sektor pariwisata dan digitalisasi, sementara itu Seruyan memiliki potensi besar di sektor pertanian serta perkebunan kedepannya dapat saling melengkapi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Banyuwangi kuat di pariwisata dan digitalisasi, sedangkan Seruyan memiliki potensi besar di sektor pertanian maupun perkebunan. Kedepannya, kita juga ingin belajar cara pengelolaan perkebunan yang dapat meningkatkan PAD,” tutupnya.
- Kontributor : Said Muhamad Dandi
- Editor : Bam Hermanto

