wajahborneo.com, Barito Utara — Rencana Pemerintah Kabupaten Barito Utara menyediakan rumah tunggu dan makanan tambahan bagi keluarga pendamping pasien pada tahun 2026 ini mendapat sambutan positif dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Anggota DPRD Barito Utara, Wardatun Nur Jamilah, Selasa, 6 Januari 2026 menilai program ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan empati pemerintah terhadap warganya.
“Ini adalah program yang sangat humanis. Selama ini, perhatian lebih banyak terfokus pada pasien, sementara keluarga yang mendampingi kerap dilupakan. Padahal, mereka juga memiliki beban pikiran dan tenaga,” ujarnya.
Wardatun menilai beban ekonomi keluarga pasien tidak hanya berasal dari biaya pengobatan, tetapi juga akomodasi dan konsumsi selama menunggui pasien dirawat. Dengan adanya rumah tunggu yang representatif dan penyediaan makanan tambahan, beban tersebut dapat diringankan secara signifikan.
“Seperti yang disampaikan Kadinkes, keluarga dari desa-desa jauh seperti Kecamatan Teweh Timur atau Gunung Purei pasti sangat terbantu. Mereka tidak perlu pusing mencari tempat bermalam yang layak atau memikirkan biaya makan selama di kota. Ini meringankan beban psikologis dan ekonomi mereka,” katanya.
Wardatun berharap program tersebut dapat diimplementasikan dengan baik dan tepat sasaran pada tahun 2026 ini. Dinas Kesehatan dan RSUD Muara Teweh diminta untuk mempersiapkan manajemen pengelolaan yang transparan, baik untuk rumah tunggu maupun dapur umum, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.
“Saya akan mengawal program ini agar berjalan sesuai rencana. Ini sejalan dengan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati untuk meningkatkan akses dan kualitas kesehatan, dan kita semua di DPRD tentu mendukung penuh,” tuturnya. (yon/bam/red3)

