wajahborneo.com, Seruyan – Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan Kabupaten Seruyan berupaya meningkatkan fasilitas di Pantai Sungai Bakau yang akan bekerja sama dengan perusahaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR).
“Kemarin kami juga mengusulkan via CSR, karena kalau kita paksakan dengan anggaran pemerintah daerah (Pemda), anggaran nggak ada. Setelah saya menjabat di sini, tidak mungkin serta-merta mengubah anggaran itu karena semua sudah tersusun dengan matang melewati Renstra 5 tahun,” kata Kepala Disporaparbud Kabupaten Seruyan, Megawati, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis, 25 Juni 2026.
Megawati menegaskan bahwa dikarenakan anggaran tersebut belum tersedia, pihak Disporaparbud mengusulkan pengembangan fasilitas di Pantai Sungai Bakau agar dilakukan melalui CSR, dengan perencanaan untuk membangun guest house agar pantai tersebut dapat sebanding dengan destinasi wisata sekitarnya.
“Tanpa kita pungkiri, destinasi di sekitarnya itu berkembang pesat, karena mereka menyediakan infrastruktur yang lengkap. Selain fasilitas umum, mereka juga menyediakan fasilitas-fasilitas privat, misalnya kayak guest house tadi. Jadinya orang bisa menginap dan tidak harus pulang pergi,” ujarnya.
Dia menambahkan, Pantai Sungai Bakau tidak dibuka untuk malam hari. Perbedaan ini yang membuat Sungai Bakau tertinggal dibandingkan dengan destinasi wisata di sekitarnya. Untuk itu, perlu dilengkapi infrastruktur agar ke depan Sungai Bakau dapat menarik banyak pengunjung.
“Berbagai metode akan kami cari bagaimana kita bisa mengimbangi destinasi-destinasi yang punya swasta. Destinasi swasta lebih berkembang karena dilengkapi dengan berbagai infrastruktur yang mampu menarik banyak pengunjung,” katanya.
Megawati menjelaskan, apabila insfratruktur tersebut perlahan dapat dibangun, maka akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) karena ada sistem sewa yang akan diterapkan, ketika bayar sewa guest house ke depan akan menambah pemasukan kas daerah.
“Kami juga mengusulkan untuk membangun seperti gazebo kuliner. Ketika ada kegiatan-kegiatan besar, saya lihat yang berjualan dari UMKM itu justru berhamburan. Jadi kami ingin pusatkan supaya tertata rapi, tidak pakai terpal, yang mengurangi pemandangan keindahan alam itu sendiri,” jelasnya.
Dia berharap, semoga ada respon positif dari pihak perusahaan untuk membantu mengembangkan sektor wisata di Sungai Bakau maupun Danau Seluluk. Pemda juga akan berupaya meningkatkan sektor wisata agar lebih menarik dan mampu meningkatkan pendapatan daerah.
- Kontributor : Said Muhamad Dandi
- Editor      : Bam Hermanto

