Pelajari Best Practice dan Pelestarian Lingkungan, Pemkab Barito Utara Kunker ke Gunung Kidul

Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin (kiri) menyerahkan cindera mata kepada Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih (kanan) saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, Selasa, 5 Agustus 2026. Foto/Diskominfosandi Barito Utara

wajahborneo.com, Gunung Kidul — Setelah sebelumnya mengunjungi Kabupaten Bantul. Hari kedua kunjungan kerja, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara melakukan kunjungan kerja kaji tiru ke Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, Selasa, 5 Agustus 2026. 

Rombongan yang dipimpin langsung Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, didampingi Wakil Bupati Felix Soenadi Y. Tingan, Sekretaris Daerah Muhlis, jajaran kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), tokoh agama, serta undangan terkait disambut hangat langsung oleh bupati Gunung Kidul Endah Subekti Kuntariningsih beserta jajaran.

Dalam sambutannya, Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bupati Gunungkidul beserta jajaran atas sambutan penuh kehangatan yang diberikan. 

“Kami ingin belajar mengenai best practice pemda, yaitu kebijakan terbaik yang terbukti sukses dalam menjalankan tugas pemerintahan dan melayani masyarakat,” kata Shalahuddin.

Shalahuddin melanjutkan, kaji tiru ini bukan sekadar meniru secara utuh, melainkan sebagai sarana memperolah wawasan, pengalaman, serta pembelajaran kebijakan dan inovasi yang nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi di Barito Utara.

“Hasil kaji tiru ini tidak semata-mata untuk meniru secara utuh, melainkan menjadi bahan pembelajaran yang akan kami sesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, dan kemampuan Pemerintah Kabupaten Barito Utara,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyambut baik kedatangan rombongan Barito Utara. Ia menyoroti keunikan rombongan Barito Utara yang selalu didampingi oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Utara dalam setiap kunjungan kerjanya.

Endah memaparkan sejumlah kebijakan lokal yang diterapkan di wilayahnya guna mendukung perekonomian kerakyatan dan pelestarian lingkungan.

“Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melarang penyajian makanan dan minuman berbahan dasar gandum (seperti roti) dalam kegiatan resmi kedinasan guna memprioritaskan hasil pertanian lokal seperti olahan singkong (ketela), ubi, jagung, porang, kacang, hingga hasil laut” katanya.

“Selain itu, kami juga tidak mengijinkan penyajian buah-buahan impor dalam jamuan resmi, digantikan sepenuhnya oleh buah lokal hasil tani setempat seperti pisang raja, sawo, dan jambu. Penggantian karangan bunga berbahan styrofoam dengan tanaman hidup atau sayur-sayuran untuk menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya lagi.

Kunjungan kaji tiru ini diharapkan mampu mempererat tali persaudaraan antardaerah, memperkuat semangat nasionalisme, serta melahirkan terobosan-terobosan baru yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat di kedua belah pihak. (*/tio/red2)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
Share via
Copy link