Meriahkan HUT Seruyan Ke-24 dan HUT RI Ke-81, Wakil Bupati Buka Festival Budaya Gawi Hatantiring Tahun 2026

Wakil Bupati Seruyan, H. Supian saat membuka kegiatan festival Budaya Gawi Hatantiring tahun 2026, di kawasan Islamic Center Kuala Pembuang, Jumat, 14 Agustus 2026. Foto/Ist

wajahborneo.com, Seruyan – Memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Seruyan Ke-24 dan HUT Republik Indonesia Ke-81. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan menggelar Festival Budaya Gawi Hatantiring Kabupaten Seruyan Tahun 2026, yang dilaksanakan di kawasan Islamic Center Kuala Pembuang, Jumat, 14 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dibuka Wakil Bupati Seruyan, H. Supian, dan dihadiri juga Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan, Megawati, Ketua Panitia Agung Setiawan, perwakilan perangkat daerah, dan SOPD.

Supian mengatakan, Festival Budaya Gawi Hatantiring Tahun 2026 dilaksanakan mulai 13 Agustus hingga 19 Agustus 2026, yang melibatkan seluruh masyarakat Kabupaten Seruyan. Selain itu, kegiatan juga dilaksanakan di Aula Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Seruyan serta Tennis Indoor Kuala Pembuang.

Dia menyebut, adapun perlombaan yang diikuti seperti Mangaruhi (Menggalau), Manjawet Uwei (Menganyam Rotan), Besei Kambe, Sepak Sawut (Bola Api), Tari Pesisir, Tari Pedalaman, Manyipet (Menyumpit), Balogo, Bagasing, serta Karungut.

“Festival Budaya Gawi Hatantiring merupakan event tahunan yang dilaksanakan dalam rangka HUT ke-24 Kabupaten Seruyan, sekaligus menjadi ajang untuk mencari seniman dan budayawan berprestasi yang akan mewakili Seruyan pada Festival Budaya Isen Mulang Tahun 2027,” katanya.

Menurutnya, antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya peserta yang mengikuti berbagai perlombaan. Dalam lomba Mangaruhi tercatat 29 pasangan putra dan 17 pasangan putri. Lomba Besei Kambe diikuti 12 pasangan putra dan 9 pasangan putri, sementara Sepak Sawut diikuti 10 grup.

Sedangkan, perlombaan Tari Pesisir diikuti lima grup dan Tari Pedalaman enam grup. Selanjutnya, Manyipet diikuti 16 peserta putra dan 9 peserta putri, Balogo 25 peserta putra dan 14 peserta putri, Bagasing 31 peserta putra dan 19 peserta putri, serta Karungut masing-masing 8 grup putra dan 12 grup putri. Sementara lomba Manjawet Uwei diikuti lima peserta.

Supian menegaskan, pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dalam seluruh rangkaian perlombaan. Para peserta agar dapat menunjukkan kemampuan terbaik tanpa melakukan kecurangan serta menjadikan festival sebagai wadah mengembangkan keterampilan dan kecintaan terhadap budaya daerah.

“Kami berharap seluruh peserta yang mengikuti dapat perlombaan dapat bertanding dengan sportif, tidak melakukan kecurangan dan memaksimalkan keterampilan yang dimiliki,” ujarnya.

Dia meminta, seluruh dewan juri dan wasit agar menjalankan tugas secara objektif dan adil. Hal tersebut dinilai penting agar para pemenang yang terpilih merupakan putra-putri terbaik Seruyan dan mampu membawa nama baik daerah pada Festival Budaya Isen Mulang 2027.

“Kami berharap seluruh dewan juri dan wasit dapat bertindak adil, agar para pemenang yang nantinya diberangkatkan mengikuti Festival Budaya Isen Mulang Tahun 2027 mampu menorehkan prestasi yang luar biasa bagi Bumi Gawi Hatantiring,” jelasnya.


  • Kontributor : Said Muhamad Dandi
  • Editor           : Bam Hermanto

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
Share via
Copy link