wajahborneo.com, Seruyan – Setelah berhasil melewati medan yang sulit dengan berbagai keterbatasan sarana dan prasarana (Sarpras), tim Search and Rescue (SAR) gabungan kembali mengevakuasi dua mayat tanpa identitas diduga korban kapal tenggelam KM Virgo Transport 8 yang ditemukan masyarakat di wilayah pesisir Sungai Rambai, Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Minggu, 27 September 2026.
Penemuan dua mayat tersebut diterima tim SAR gabungan pada Sabtu, 26 September 2026. Setelah mendapat informasi, tim langsung mempersiapkan personel dan bergerak cepat menuju lokasi penemuan yang disampaikan masyarakat.
Kasat Polairud Polres Seruyan, AKP Djoko Poernomo, melalui Kasi Humas Aipda Ronny, mengatakan, pada pukul 09.00 WIB, tim SAR gabungan tiba di wilayah Sungai Rambai. Berdasarkan keterangan warga, kedua mayat sudah ditemukan sejak Jumat, 25 September 2026.
“Sebelum tim SAR gabungan tiba, warga telah melakukan tindakan awal dengan memasukkan kedua mayat ke dalam kantong mayat untuk memudahkan proses pemindahan dari lokasi penemuan,” ujarnya.
Ronny menambahkan, pada pukul 11.00 WIB proses evakuasi dilakukan dari lokasi penemuan menuju wilayah Sendurian, Desa Sungai Perlu. Dikarenakan kondisi medan tidak memungkinkan dilalui kendaraan roda empat, proses pemindahan dilakukan menggunakan kendaraan roda dua dengan bantuan masyarakat setempat.
Dia menyebut, pada pukul 15.00 WIB, tim SAR gabungan tiba di wilayah Sendurian. Kedua mayat kemudian dipindahkan ke kendaraan operasional Basarnas untuk selanjutnya dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Kalimantan Selatan, guna menjalani pemeriksaan dan proses identifikasi pihak berwenang.
“Proses evakuasi dilakukan bersama-sama dengan memperhatikan kondisi medan dan keselamatan personel. Bantuan masyarakat di lokasi sangat penting dalam membantu proses pemindahan kedua mayat hingga bisa dibawa menuju titik yang dapat dijangkau kendaraan operasional,” katanya.
Ronny menjelaskan, dengan dievakuasinya dua mayat tersebut, jumlah keseluruhan korban kapal tenggelam KM Virgo Transport 8 yang berhasil dievakuasi sejak 21 September hingga 26 September 2026 mencapai sembilan orang.
“Seluruh mayat selanjutnya menjalani proses pemeriksaan dan identifikasi untuk memastikan identitas masing-masing,” jelasnya.
- Kontributor : Said Muhamad Dandi
- Editor : Bam Hermanto

