ωajàhßörneo.cóm, Barito Utara — Lalu lintas yang kian padat pada jam sibuk membuat rencana pelebaran Jalan Yetro Sinseng dan Jalan Tumenggung Surapati tak bisa lagi ditunda. Dua ruas jalan dalam kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara itu kini dianggap perlu ruang lebih lapang untuk menampung arus kendaraan yang terus bertambah.
Anggota DPRD Barito Utara, Suhendra, Senin, 6 Juli 2026, mengatakan rencana Pemkab Barito Utara tersebut menjawab kebutuhan warga, bukan sekadar proyek fisik.
Suhendra menilai pertumbuhan Kota Muara Teweh diikuti lonjakan jumlah kendaraan dan aktivitas warga. Kondisi itu paling terasa pada jam-jam sibuk. Karena itu, pelebaran jalan dinilainya akan memberi manfaat besar jika dijalankan sesuai rencana.
Pernyataan itu ia sampaikan setelah Konsultasi Publik Pengadaan Tanah untuk Pelebaran Jalan Dalam Kota Muara Teweh. Kegiatan tersebut digelar di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Barito Utara beberapa waktu lalu.
Suhendra menilai langkah pemerintah daerah membuka hasil kajian teknis kepada warga sebelum tanah dibebaskan patut dihargai. Itu bukti pemerintah mau terbuka dan memberi ruang bagi warga untuk bertanya serta menyampaikan pendapat.
“Konsultasi publik menjadi tahapan penting, proses seperti ini terus dijaga pada tahap-tahap berikutnya,” katanya.
Suhendra mengingatkan agar pengadaan tanah berjalan lancar. Musyawarah, transparansi, dan perlindungan hak warga terdampak, kata dia, harus menjadi pegangan utama.
Suhendra menegaskan DPRD akan berdiri di belakang program pembangunan yang meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ia berharap pelebaran kedua ruas jalan itu segera terwujud agar manfaatnya dirasakan warga Barito Utara. (tio/bam/red2)

