wajahborneo.com, Seruyan – Insiden jatuhnya Helikopter MI-17V5 di perairan Seruyan perlu mendapat perhatian serius agar peristiwa serupa tidak kembali terulang. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan meminta pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Seruyan, Sabtu, 7 November 2026.
Wakil Ketua I DPRD Seruyan, Harsandi mengatakan, jatuhnya Helikopter MI-17V5 saat melakukan operasi pemadaman Karhutla melalui water bombing di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) mengakibatkan meninggalnya tiga orang putra terbaik dari TNI, serta lima orang lainnya mengalami luka-luka.
”Alhamdulillah, lima korban yang selamat kondisinya kini telah membaik, mudah-mudahan sekarang dalam kondisi menuju sehat seperti sediakala,” katanya.
Dia mengemukakan, peristiwa tersebut menjadi perhatian serius sekaligus pelajaran bagi semua pemangku kepentingan. Karena, dampak Karhutla tidak hanya mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa.
”Hal ini menjadi perhatian kita semua dan pelajaran terbaik, akibat pembakaran lahan ulah kita semua yang mungkin di awal kita tidak menyangka kebakaran ini ternyata dampaknya sangat luar biasa. Tidak hanya mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.
Harsandi menegaskan, penanganan karhutla di Seruyan perlu menjadi perhatian bersama, mulai dari pemerintah desa hingga pemerintah pusat. Karena, Kabupaten Seruyan memiliki kawasan hutan yang luas dan berbatasan langsung dengan TNTP. Untuk itu, wilayah TNTP harus dijaga tidak hanya sekedar kepentingan nasional di Indonesia, tapi juga kepentingan internasional.
“Kami berharap setelah kejadian ini ada hal positif, sehingga Kabupaten Seruyan bisa lebih diperhatikan lagi, terutama dalam mengatasi Karhutla. Karena setiap kemarau panjang, Seruyan tidak pernah lepas dari kejadian kebakaran,” jelasnya.
Dia mengimbau, seluruh masyarakat yang memiliki lahan agar memiliki kesadaran untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meminta bantuan TNI dalam mengelola lahan.
- Kontributor : Said Muhamad Dandi
- Editor : Bam Hermanto

