Anggota DPRD Kalteng: Pemanfaatan Lahan Gambut Bisa Tekan Risiko Karhutla

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Sutik. Foto/Ist

wajahborneo.com, Palangka Raya — Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Sutik, menilai pemanfaatan lahan gambut secara tepat dapat menjadi salah satu solusi mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah yang kerap terbakar saat musim kemarau. 

Pernyataan itu disampaikan Sutik, Rabu, 22 Juli 2026, di tengah upaya pemadaman karhutla yang masih berlangsung di sejumlah titik di Kalimantan Tengah.

Menurutnya, lahan gambut yang dibiarkan kosong justru lebih rentan terbakar dibanding lahan yang dikelola dan ditanami. Karena itu, ia mendorong agar lahan-lahan yang memungkinkan dapat dimanfaatkan masyarakat, dengan tetap memperhatikan aturan yang berlaku serta prinsip kelestarian lingkungan.

“Kalau lahannya bisa dimanfaatkan secara bijak dan ditanami tanaman yang sesuai, tentu akan lebih baik. Selain memberi manfaat bagi masyarakat, hal itu juga dapat membantu mengurangi potensi kebakaran,” ujarnya.

Sutik mengapresiasi kerja pemerintah bersama tim gabungan yang terus melakukan pemadaman karhutla di berbagai wilayah. Kendati demikian, ia mengakui penanganan kebakaran di kawasan gambut tetap menjadi tantangan tersendiri, terutama saat musim kemarau berkepanjangan seperti saat ini.

“Petugas sudah bekerja keras di lapangan, termasuk melalui pemadaman darat dan dukungan dari udara. Namun, kondisi lahan gambut memang membuat proses pemadaman tidak mudah,” tambahnya.

Dorong Keterlibatan Masyarakat Sebagai Kunci Pencegahan

Selain soal pemadaman, Sutik menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan karhutla. Ia menilai, ketika lahan memiliki nilai ekonomi dan dikelola dengan baik, baik pemilik lahan maupun masyarakat sekitar akan lebih peduli menjaganya agar tidak terbakar.

“Kalau lahan dimanfaatkan dan dirawat, masyarakat tentu akan ikut menjaga. Karena itu, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pihak sangat diperlukan agar kejadian karhutla dapat terus ditekan,” katanya. (din/red2)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
Share via
Copy link