wajahborneo.com, Palangka Raya – Komisi III DPRD Kalimantan Tengah mendukung penuh rencana pembangunan rumah sakit (RS) tipe B di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito atau kawasan timur Kalteng. Dukungan ini menjadi langkah konkret untuk mendorong pemerataan akses layanan kesehatan di seluruh wilayah Kalteng.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tomy Irawan Diran, Jumat, 19 Juni 2026, mengatakan pembangunan RS tersebut sudah menjadi kebutuhan mendesak. Pertumbuhan jumlah penduduk dan meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan rujukan di wilayah timur Kalteng, menurutnya, tidak bisa lagi diabaikan.
“Rencana tersebut sudah menjadi kebutuhan yang mendesak seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk serta meningkatnya kebutuhan akan layanan kesehatan rujukan di wilayah itu,” katanya.
Ia menjelaskan, selama ini fasilitas kesehatan rujukan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng masih terpusat di sejumlah daerah tertentu saja. Kondisi ini menyulitkan warga, khususnya di wilayah timur, yang membutuhkan penanganan medis lebih lengkap dan spesialis.
“Ini kan untuk kasus yang memerlukan penanganan dokter spesialis dan peralatan medis lengkap, jangkauannya cukup jauh kalau harus ke Palangka Raya,” ujarnya.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu memaparkan, saat ini RS rujukan milik Pemprov Kalteng baru tersedia di Palangka Raya untuk wilayah tengah, dan di Kabupaten Seruyan untuk wilayah barat yang baru-baru ini selesai dibangun dan telah beroperasi. Sementara itu, wilayah timur Kalteng hingga kini belum memiliki fasilitas serupa.
“Untuk wilayah timur masih belum tersedia, dan sudah seyogyanya segera dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Tomy menambahkan, RS tipe B memiliki peran strategis karena menyediakan berbagai layanan spesialis sekaligus berfungsi sebagai rumah sakit rujukan dari tingkat kabupaten. Kehadiran fasilitas ini di DAS Barito diyakini akan memberi dampak signifikan bagi efisiensi penanganan medis masyarakat setempat.
“Dengan adanya rumah sakit tipe B di wilayah DAS Barito, akan memangkas jarak tempuh pasien dan mempercepat penanganan medis,” paparnya. (din/red2)
