wajahborneo.com, Seruyan – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda memimpin peluncuran program konservasi berbasis masyarakat dengan meresmikan fasilitas Penetasan Semi Alami Telur Penyu di Desa Sungai Bakau, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan, Minggu, 28 Juni 2026.
Kegiatan tersebut diikuti juga Wakil Bupati Seruyan H. Supian, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Seruyan dr Bahrun Abbas, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Seruyan Taufikurrahman, SOPD, dan FKPD.
Ahmad Selanorwanda, mengutarakan kegiatan ini merupakan momentum peringatan Hari Penyu Sedunia yang jatuh pada 16 Juni 2026. Menjaga keberlangsungan hidup penyu menjadi tanggung jawab bersama demi menjaga keseimbangan alam pesisir.
“Penetasan semi alami tersebut memiliki makna yang lebih luas. Kegiatan ini menunjukkan upaya konservasi dapat menjadi pintu masuk untuk mengembangkan ekonomi desa melalui sektor wisata yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, Desa Sungai Bakau memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis edukasi lingkungan. Ke depan, kawasan ini dapat terintegrasi dengan pusat edukasi penyu, jalur interpretasi lingkungan, produk UMKM lokal, serta melibatkan generasi muda sebagai pengelola dan pemandu wisata.
“Kolaborasi ini perlu kita jaga dan diperkuat, upaya pembangunan yang berkelanjutan dapat terwujud jika pemerintah, masyarakat, dan para mitra berjalan bersama dengan satu tujuan yang sama,” katanya.
Sementara itu, Taufikurrahman menambahkan, Dinas Perikanan akan terus mendampingi dan memfasilitasi setiap kelompok, baik dalam hal bimbingan teknis pengelolaan sarana penetasan maupun penguatan kelembagaan dan pemasaran potensi wisata berbasis konservasi.
“Unit penetasan semi alami ini menjadi pusat upaya perlindungan telur penyu hingga menetas dan akhirnya dilepaskan kembali ke alam untuk menjadi ekosistem laut, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat maupun pengunjung,” jelasnya.
Dia berharap, keberadaan fasilitas ini dapat menjaga kelestarian satwa laut yang dilindungi serta menjadi daya tarik utama pengembangan wisata bahari yang teratur dan berkelanjutan di wilayah pesisir Bumi Gawi Hatantiring.
- Kontributor : Said Muhamad Dandi
- Editor : Bam Hermanto

