wajahborneo.com, Palangka Raya — Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Siti Nafsiah, mendesak pemerintah daerah memperluas pembangunan fasilitas dan ruang publik yang ramah bagi kelompok lanjut usia (lansia). Desakan ini disampaikan menyusul terus bertambahnya jumlah penduduk lanjut usia di Kalteng, yang menurutnya membutuhkan perhatian lebih serius dari berbagai pihak.
“Pemerintah perlu terus memberikan perhatian yang lebih besar kepada para lansia dengan menyediakan ruang dan tempat yang membuat mereka tetap bisa berada di tengah masyarakat, sehingga mereka tetap merasa dihargai dan memiliki peran,” kata Nafsiah, Kamis, 18 Juni 2026.
Politisi senior Partai Golkar Kalteng itu menilai lansia membutuhkan ruang yang memungkinkan mereka tetap aktif, produktif, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Fasilitas semacam itu, kata dia, penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental lansia sekaligus mencegah mereka terjebak dalam keterasingan sosial — sebuah risiko yang kerap luput dari perhatian publik.
Keluarga Diminta Tak Terburu-buru “Menitipkan” Orang Tua ke Panti
Selain peran pemerintah, Nafsiah menyoroti tanggung jawab keluarga dalam merawat lansia. Ia mengingatkan agar panti jompo tidak otomatis dijadikan pilihan utama tanpa mempertimbangkan dampak psikologis dan sosial bagi orang tua yang bersangkutan.
“Pihak keluarga juga perlu lebih memperhatikan para lansia dengan baik dan tidak hanya menempatkan mereka di panti jompo yang membuat mereka jauh dari keluarga serta terkesan terisolasi,” ujarnya.
Menurut Nafsiah, kehadiran lansia di tengah keluarga justru memberi manfaat emosional besar dan mempererat hubungan antaranggota keluarga — sesuatu yang sulit tergantikan oleh institusi perawatan.
Daycare Lansia Jadi Solusi Tengah
Sebagai jalan tengah, Nafsiah menyebut Daycare Lansia Cahaya Senja di Palangka Raya sebagai contoh konkret yang bisa direplikasi. Model ini memungkinkan lansia tetap tinggal di rumah bersama keluarga, namun tetap memiliki ruang untuk beraktivitas, mengembangkan diri, dan bersosialisasi dengan sesama lansia di luar rumah.
“Diharapkan keberadaan fasilitas serupa dapat terus berkembang guna menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung kesejahteraan lansia di Kalteng,” tpaparnya. (din/red2)
