ωajàhßörneo.cóm, Barito Utara — Pertumbuhan sektor ekonomi kerakyatan di tingkat daerah membutuhkan fondasi yang kokoh, tidak hanya bertumpu pada peningkatan kualitas produksi, melainkan juga jaminan kepemilikan hak cipta atas identitas usaha.
Langkah strategis dalam memperkuat daya saing sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) tersebut menjadi fokus perhatian menyusul program pendampingan intensif yang digulirkan oleh instansi teknis terkait.
DPRD Barito Utara menyambut positif inisiatif pembinaan dan fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) yang diberikan kepada para pelaku usaha lokal.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara, Rujana Anggraini, Rabu, 2 September 2026, menilai bahwa pendampingan berkesinambungan ini merupakan langkah nyata untuk mengangkat produk lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas dan kompetitif.
“Kami mendukung upaya pemerintah daerah melalui Disdagrin dalam melakukan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku IKM. Ini penting agar usaha masyarakat dapat terus berkembang dan memiliki daya saing,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Barito Utara ini menekankan, kepemilikan sertifikat HAKI memberikan keamanan hukum sekaligus nilai tambah bagi produk-produk unggulan daerah. Perlindungan tersebut memastikan setiap inovasi dan kerja keras para pelaku usaha mendapatkan apresiasi yang adil di pasaran.
“HAKI penting karena produk yang dihasilkan masyarakat memiliki identitas dan harus mendapatkan perlindungan. Jangan sampai produk yang sudah susah payah dikembangkan justru ditiru atau digunakan pihak lain tanpa izin,” ujarnya.
Selain aspek legalitas hukum, ia juga mendorong agar program pembinaan pemerintah daerah diperluas mencakup peningkatan kualitas kemasan produk (packaging), inovasi desain, strategi pemasaran modern, hingga optimalisasi pemanfaatan ekosistem digital. Menurutnya, kombinasi antara kualitas produk yang prima dan pemasaran yang adaptif akan mempercepat proses transformasi IKM menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
“Kalau kualitas produk bagus, kemasannya menarik dan pemasarannya kuat, tentu peluang untuk masuk ke pasar yang lebih luas akan semakin terbuka,” jelasnya. (tio/bam/red2)

