DPRD Barito Utara Dorong Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan Keberangkatan Haji 2027

Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Kabupaten Barito Utara, Hj. Henny Rosgiaty Rusli. Foto/Ist/sekretariat DPRD

ωajàhßörneo.cóm, Barito Utara — Kesiapan layanan medis bagi para calon jemaah haji yang akan berangkat pada musim haji 2027 mulai dimatangkan sejak dini. Jajaran pengelola dan tim kesehatan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) serta fasilitas kesehatan tingkat pertama menyelaraskan standar pembinaan dan pemeriksaan medis di Aula RSUD Muara Teweh lantai 2, Selasa, 11 Agustus 2026.

Langkah antisipatif ini diambil mengingat proporsi calon jemaah haji asal daerah ini didominasi kelompok lanjut usia serta warga yang membutuhkan pendampingan medis khusus.

Penguatan kapasitas tenaga kesehatan medis maupun paramedis di tingkat puskesmas dan rumah sakit dimatangkan, agar risiko komplikasi kesehatan selama di Tanah Suci dapat ditekan secara optimal.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Henny Rosgiaty Rusli, menyambut positif konsolidasi awal yang dilakukan instansi kesehatan daerah tersebut. Menurut dia, pelayanan medis merupakan salah satu pilar vital yang menentukan kelancaran seluruh rangkaian ibadah haji di tanah suci.

“Persiapan harus dilakukan sejak jauh hari, sehingga ketika memberikan pelayanan kepada calon jemaah haji, tenaga kesehatan sudah benar-benar siap dan memiliki pemahaman yang sama,” katanya.

Dia menekankan pentingnya integrasi data dan koordinasi berkesinambungan antara Dinas Kesehatan, RSUD, dan puskesmas di seluruh kecamatan. Pola pemantauan berkala dinilai sangat dibutuhkan agar riwayat penyakit serta kondisi fisik calon jemaah terpantau secara konsisten.

“Jemaah lansia dan yang memiliki risiko kesehatan tentu membutuhkan perhatian lebih,” ujarnya.

Menurutnya, tenaga medis harus memiliki kepekaan dan pemahaman teknis yang mumpuni, mulai dari fase pemeriksaan awal di daerah, pembinaan kebugaran, hingga penanganan darurat. Persiapan matang sejak dari daerah asal diyakini menjadi modal utama jemaah dalam menjalani ibadah fisik yang tergolong berat tersebut.

Henny mengingatkan agar program peningkatan kapasitas medis ini tidak sebatas seremonial atau pemenuhan agenda rutin di dalam ruangan semata. Hasil dari rapat koordinasi tersebut harus langsung ditransformasikan dalam pelayanan nyata di faskes masing-masing.

“Jangan hanya berhenti pada kegiatan pertemuan. Yang paling penting adalah bagaimana hasil pembelajaran ini diterapkan dalam pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

“Harapan kita tentu seluruh jemaah haji Barito Utara dapat menjalankan ibadah dengan lancar. Untuk itu, kesiapan kesehatan harus menjadi perhatian bersama,” paparnya. (tio/bam/red2)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
Share via
Copy link