wajahborneo.com, Palangka Raya — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta pemerintah daerah tidak menjadikan pasar murah sebagai programyang hanya muncul saat harga bahan pokok melonjak.
Anggota DPRD Provinsi Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, Kamis, 2 Juli 2026 mengatakan, kegiatan tersebut mestinya dijalankan secara rutin dan diperluas cakupannya agar manfaatnya dirasakan lebih banyak warga, terutama di wilayah yang selama ini sulit mengakses kebutuhan pokok dengan harga wajar.
“Kehadiran pasar murah selama ini terbukti meringankan beban masyarakat saat harga-harga naik, namun dampaknya akan lebih optimal jika program tersebut tidak berhenti pada momen tertentu saja. Program tersebut sangat membantu warga, terutama ketika terjadi kenaikan harga sejumlah bahan pokok di pasaran,” katanya.
Lebih jauh, politisi NasDem itu menjelaskan bahwa pasar murah bukan sekadar instrumen bantuan langsung kepada masyarakat, melainkan juga bagian dari strategi menahan laju inflasi daerah. Ketika harga di pasar umum melonjak, kehadiran pasar murah dengan harga bersubsidi dapat menjadi penyeimbang sekaligus meredam gejolak harga secara lebih luas.
“Pasar murah merupakan program yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan pokok, kegiatan ini juga mendukung upaya pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah,” ujarnya.
Farida mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang selama ini rutin menggelar pasar murah di sejumlah titik. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa masih ada daerah-daerah yang minim akses terhadap kebutuhan pokok sehingga perlu menjadi prioritas perluasan program ke depan.
“Program tersebut perlu terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk di daerah yang akses terhadap kebutuhan pokok masih terbatas,” tegasnya. (din/red2)
