wajahb👁️rneo.com, Palangka Raya — Rencana pembangunan smelter di Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi perhatian DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng). Proyek bernilai besar itu dinilai mampu menggerakkan roda industri,
Anggota DPRD Kalteng, Hero Harapanno, mengingatkan agar prosesnya tidak mengorbankan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
Hero menegaskan bahwa dewan mendukung hilirisasi mineral, tetapi setiap investasi wajib patuh pada aturan. Investasi tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan perusahaan.
“Pembangunan industri ada manfaatnya, tetapi pelaksanaannya harus sesuai ketentuan,” ujarnya.
Hero mengatakan bahwa pengalaman di berbagai daerah menunjukkan proyek industri kerap membawa dampak turunan yang dirasakan langsung warga. Karena itu, aspek perlindungan masyarakat harus ditempatkan di posisi utama.
“Hak-hak masyarakat harus dijaga, terutama pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan,” katanya.
Dia mengingatkan agar potensi masalah seperti pencemaran atau gesekan sosial bisa diantisipasi sejak awal. Menurut dia, minimnya pengawasan sering menjadi pemicu konflik di wilayah yang menerima investasi besar.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dari pihak investor dan pemerintah daerah. Hero menilai keterbukaan akan membuat warga lebih mudah menerima rencana pembangunan smelter.
“Kalau prosesnya jelas dan warga dilibatkan, dukungan pasti ada,” ujarnya.
Hero meminta agar nilai-nilai lokal dan kebutuhan masyarakat Pulau Hanaut tetap dihormati. Ia menambahkan bahwa masyarakat tidak boleh merasa tersisih dari perubahan yang dibawa investasi. (din/red2)

