DPRD Seruyan : Larangan Membakar Lahan Harus Memberikan Solusi Bagi Petani

WAKIL KETUA I DPRD Seruyan, Bambang Yantoko. Foto/Ist/WAJAHBORNEO.com

WAJAHBORNEO.com, Seruyan – Kesulitan bertani akibat larangan membakar lahan membuat produksi beras lokal turun drastis. Kondisi itu diperparah dengan pandemi Covid-19.

Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan Bambang Yantoko menyebutkan bahwa saat ini Kabupaten Seruyan masih ketergantungan sumber pangan khususnya beras dari luar daerah seperti Jawa.

“Ketergantungan pasokan dari luar ini, karena adanya larangan membakar lahan yang membuat masyarakat kesulitan dalam bertani,” kata Bambang Yantoko, Rabu 21 April 2021.

“Awalnya ini dilatarbelakangi oleh larangan membakar lahan, lalu tiba-tiba ada pandemi Covid-19. Bisa dibayangkan dampaknya seperti apa terhadap masyarakat khususnya ketersediaan bahan pangan masyarakat didaerag,” ujarnya.

Dengan adanya larangan bertani dengan cara bakar, sebagian besar masyarakat khususnya yang ada di wilayah tengah dan hulu Seruyan sangat kesulitan karena memang ketersediaan bahan pangan atau beras lokal yang kian menipis.

“Bisa dibayangkan dulu masyarakat kalang kabut dengan adanya larangan membakar lahan. Bahkan di Dapil II itu sebagian besar dari Jawa semua berasnya. Maka dari itu, kita sangat menyambut baik dengan adanya panduan-panduan atau peraturan membakar lahan,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

copyright@wajahborneo.com

error: Content is protected !!
Share via
Copy link