ωajàhßörneo.cóm, Seruyan — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan menyoroti kabut asap yang menyelimuti beberapa wilayah di Daerah Pemilihan (Dapil) II. Kondisi kabut asap yang berkepanjangan berdampak tidak baik terhadap kesehatan dan dapat memicu terjadinya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Anggota DPRD Seruyan, Sukran Ma’mun mengatakan, berdasarkan keadaan sementara, persentase kasus ISPA di wilayah Dapil II memang tidak tergolong tinggi. Namun demikian, sejauh ini sudah ada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan pernapasan di tengah kondisi kabut asap.
“Untuk masalah ISPA sendiri, sejauh ini memang persentasenya belum tinggi. Tetapi memang ada sebagian masyarakat itu yang sudah terdampak,” ujarnya, Jumat, 23 Oktober 2026.
Selain itu, dia mengungkapkan, adanya kebijakan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Seruyan yang mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan anak-anak sekolah menjadi salah satu langkah guna mengurangi paparan kabut asap terhadap Anak-anak.
”Keputusan tersebut sangat penting mengingat kondisi udara di wilayah Dapil II masih belum memungkinkan untuk menggelar aktivitas belajar,” katanya.
Menurut Sukran, apabila aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung seperti biasa di tengah kabut asap menyelimuti wilayah Dapil II, bukan tidak mungkin jumlah masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan, khususnya anak-anak, berpotensi akan bertambah.
“Andai kemarin belum diliburkan, kemungkinan persentase ISPA itu lebih banyak, mungkin meningkat,” ujarnya.
Dia menjelaskan, kondisi kabut asap di Dapil II mulai mengganggu jarak pandang setiap pengendara, yang mana batas jarak pandang hanya berkisar 15 sampai 20 meter.
”Semoga kabut asap ini segera berakhir, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal dan risiko gangguan kesehatan bisa diminimalisir,” jelasnya.
- Kontributor : Said Muhamad Dandi
- Editor : Bam Hermanto

