Dugaan Keracunan MBG di Seruyan : 15 Orang Masih Dirawat di RSUD, Puluhan Siswa SMAN 1 Belum Terdata

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Seruyan, dr. Yulita Handayani (kanan) memberikan keterangan pers di Posko Kesehatan area SMPN 1 Kuala Pembuang, Jumat, 31 Juli 2026. Foto/wajahborneo.com

wajahborneo.com, Seruyan – Posko kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seruyan masih terus bekerja intensif melakukan penanganan dan pendataan terhadap siswa-siswi dan pengajar yang diduga mengalami keracunan pasca mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Seruyan Hilir, pada Rabu dan Kamis, 29-30 Juli 2026.

“Sampai hari ini, Jumat, 31 Juli 2026, jumlah peserta yang berobat ke Posko ada 23 siswa SMP dan 1 siswa SMA. Data terakhir dari RSUD Kuala Pembuang, jumlah pasien yang berobat 14 orang dan 1 orang masuk hari ini, namun masih dalam tahap observasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD),” kata dr. Yulita Handayani. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Seruyan.

Anggota koordinator Posko Kesehatan Dinkes tersebut menambahkan, rata-rata siswa yang memeriksakan kesehatan ke Posko mengalami pusing, mual, muntah hingga diare.

“Semua yang berobat gejalanya hampir sama,” ujarnya.

Yulita menambahkan, penanganan di Posko dilakukan tergantung dengan kondisi pasien. Pihaknya melakukan treatment dengan memberikan berbagai obat sesuai dengan kondisi pasien, seperti obat antidiare, mengedukasi pasien tentang penggunaan oralit, kebutuhan akan cairan yang harus terpenuhi, serta makanan yang dikonsumsi untuk pemulihan.

“Apabila memang kondisinya tidak mengalami peningkatan, kami sarankan untuk dibawa ke Puskesmas ataupun RSUD,” katanya.

Saat ini, kata Yulita, sebagian besar siswa-siswi yang ditangani melalui posko kesehatan kondisinya berangsur membaik.

“Alhamdulillah, komunikasi kami dengan pasien, perhari ini kondisinya semakin membaik,” katanya.

Sementara, di SMAN 1 Kuala Pembuang, didapat informasi 60-an siswa yang belum terdata. Setelah mengonsumsi MBG (Saat kejadian dugaan keracunan MBG), siswa-siswi tersebut tidak hadir di sekolah keesokan hari-nya. Belum diketahui apakah juga mengalami kondisi yang sama atau ada gangguan kesehatan lain. (red3)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

error: Content is protected !!
Exit mobile version