Intensifkan Pemantauan dan Penanggulangan Kahutla, MPA di 100 Desa Disiagakan

Satgas Karhutla berjibaku memadamkan api diwilayah kecamatan Seruyan Hilir beberapa waktu llalu. Foto/Ist/wajahborneo.com

wajahborneo.com, Seruyan – Memasuki musim kemarau, Pemerintah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan akan mengintensifkan Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk pemantauan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah rawan kebakaran.

Seperti diketahui Pemkab Seruyan melalui BPBD Seruyan menetapkan status darurat karhutla sejak 19 Agustus hingga 16 November 2024.

“Saat ini sudah ada 75 kelompok MPA dan ada di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Seruyan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Seruyan, Agung Sulistyono, Rabu, 10 Oktober 2024.

Agung menambahkan, untuk memastikan keberlanjutan dan keaktifan MPA dalam membantu penanganan karhutla di tahun 2024, program pembinaan terus dilakukan.

“Kami sangat bangga melihat partisipasi aktif masyarakat dalam membentuk MPA. Untuk menjaga semangat ini, kami telah melakukan pembinaan intensif dan memiliki kemampuan yang memadai dalam menghadapi potensi karhutla maupun pelaporan secara administrasi,” ujarnya.

Agung menekankan pentingnya pendataan peralatan oleh setiap MPA guna memaksimalkan peran mereka dalam pengendalian Karhutla.

“BPBD juga telah memberikan dukungan peralatan untuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang dilakukan MPA,” katanya.

Dikatakannya, keberadaan MPA diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di tingkat desa. (red3)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Exit mobile version