Ironi Dermaga KP3, Roda Ekonomi di Jantung Ibu kota yang Terabaikan

Kondisi terkini dermaga KP3 Kuala Pembuang, di Jalan Adam Malik, Kuala Pembuang Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan. Aerial Photography/Bam Hermanto/wajahborneo.com

Dermaga bongkar muat atau yang akrab disebut Dermaga KP3 (Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan) di Kuala Pembuang, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng), kian hari kondisinya kian memprihatinkan.

Betapa tidak, alih—alih membaik, dermaga di-jantung kota Kuala Pembuang yang notabene ibu kota Kabupaten Seruyan itu terbengkalai bertahun-tahun, seakan tak tersentuh perhatian.

Padahal, dermaga berkonstruksi kayu ulin dan telah berdiri sejak Kabupaten Seruyan masih berstatus kecamatan tersebut merupakan jalur transportasi air dan logistik, pusat ekonomi lokal, serta pelabuhan bongkar muat berbagai komoditas dari Pulau Jawa hingga Kalimantan Selatan (Kalsel), dengan kapasitas sandar kapal-kapal kayu bertonase puluhan ton/GT (Gross Tonnage).

Dermaga ini juga menjadi urat nadi vital transportasi sungai yang menghubungkan ibu kota kabupaten menuju desa-desa terisolir di bantaran sungai Kecamatan Seruyan Hilir hingga Danau Sembuluh dan Hanau.

Yang lebih memprihatinkan lagi, tidak hanya kondisi dermaga-nya. Sejumlah kepala dinas ber-spesifikasi senior secara bergantian dipercaya menduduki tampuk pimpinan di Dinas Perhubungan (Dishub) Seruyan, kondisi dermaga KP3 tidak banyak berubah cenderung stagnan.

Dalam periode 6 tahun terakhir sejak tahun 2020, mulai dari Pieter Manginte (23 Januari 2020-September 2020) 8 bulan, Idham BW Kusumah (1 September 2020-Maret 2025) 5 tahun an, Taruna Jaya (Oktober 2025-Juli 2026) 10 bulan, keluh kesah warga soal dermaga di tangan elit birokrasi itu tersendat—sendat. 

Dokumen wajahborneo.com, di tahun 2021, jejak-jejak perbaikan dermaga pernah berlangsung sekali. Itu pun dengan alokasi yang cekak.

“Awal anggarannya Rp200 juta, namun karena ada perubahan dan kendala lain, disepakati Rp133 juta,” kata Idham, kepada media ketika itu. (Februari 2022;).

Soal rehab tersebut, juga pernah dikorek anggota Komisi II DPRD Seruyan, Harsandi dan Alm. H. Syamsudin, yang mengecek langsung kondisi dermaga pasca rehab. Mereka mengendus aroma ketidaksesuaian pengadaan bahan-bahannya.

Kini, 4 tahun berjalan sejak realisasi Rp133 juta itu, lagi-lagi tidak ada progres yang signifikan, rencana perbaikan seperti jalan di—tempat.

“Bisa pian (Kamu) lihat, dermaga bersejarah dan salah satu penopang ekonomi di kota Kuala Pembuang ini kerusakannya sangat parah di—berbagai sudut, akibat terlalu lama dibiarkan,” kata seorang sumber yang meminta namanya di—sensor.

Meski dalam kondisi rusak berat, belum terlihat plan A, B, atau C untuk memperbaiki dermaga dalam kondisi urgen, secepat harapan masyarakat yang terlanjur menggantungkan ekonominya dari aktivitas keseharian di dermaga.

Sementara, Dishub masih bertumpu dengan rencananya melobi Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD). Sayangnya, dokumen proposal yang dangkal, tidak komprehensif menyebabkan proposal kandas sebelum sampai di meja kepala balai.

“Usulan tersebut bisa ditindaklanjuti di—tahun 2024. Namun, ada kendala karena tidak ada dokumen teknisnya atau dokumen kurang lengkap, sehingga kami harus melengkapi dokumen teknis terkait seperti rancang bangun rinci atau Detail Engineering Design (DED) dan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) serta Andalalin (Analisis Dampak Lalu Lintas). Tiga dokumen ini yang harus disiapkan,” kata Ahmad Nasruddin, yang saat itu masih menjabat Kepala Bidang Prasarana dan Angkutan. (November 2023;).

Nasib Dermaga KP3 di—tangan ‘Orang Dalam’

Mantan Kepala Bidang Prasarana dan Angkutan di Dinas Perhubungan (Dishub) Seruyan, Ahmad Nasruddin, dipercaya Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, menduduki jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas menggantikan Taruna Jaya yang pensiun terhitung sejak Agustus bulan lalu.

Ahmad Nasruddin bukanlah wajah baru di perhubungan Seruyan. Nasruddin bisa dibilang “orang dalam” karena pengabdiannya di dinas tersebut telah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama.

Dengan keberadaannya, Selanorwanda berharap Ahmad Nasruddin, membawa angin segar dengan berbagai terobosan dan ide-ide yang inovatif.

Bagaimana rencana rehab dengan pelabuhan KP3? Pekan lalu, wajahborneo.com sempat mewawancarai pria yang dikenal ramah itu. 

Nasruddin mengatakan, operasional pelayanan angkutan perairan resmi berpusat di Dermaga Sungai Mitak (area kantor BPBD Seruyan). Sementara, Dermaga KP3 bukanlah dermaga resmi, ke depan disiapkan hanya sebagai halte sungai saja. 

Nasruddin beralasan, difungsikannya Dermaga Sungai Mitak untuk memisahkan antara pusat keberangkatan atau pelayanan utama dengan titik naik-turun penumpang, sehingga tidak membingungkan masyarakat.  

“Kami berupaya agar operasional kapal maupun perahu penumpang tetap berjalan tertib. Untuk pelayanan resmi diarahkan melalui Dermaga Sungai Mitak. Sedangkan Dermaga KP3 nantinya akan difungsikan sebagai halte sungai yang difokuskan untuk naik-turun penumpang saja,” katanya.

Selain penataan operasional, katanya, pihaknya juga terus memperjuangkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk rehab total Dermaga KP3.

“Sebelumnya, untuk rehab Dermaga KP3 ada usulan anggaran sebesar Rp17 miliar. Meskipun sempat mengalami penyesuaian, kami telah menyiapkan seluruh persyaratan teknis yang dibutuhkan,” ujarnya.

“Kami berharap usulan anggaran tersebut dapat direalisasikan oleh kementerian terkait agar pembangunan dan perbaikan fasilitas pelabuhan/dermaga di daerah segera dituntaskan,” paparnya.

Per 29 September 2026, memasuki triwulan III Tahun Anggaran 2026, perbaikan Dermaga KP3 tidak masuk dalam list ABPD murni maupun anggaran perubahan 2026. Sementara lobi proposal di Kemenhub melalui BPTD belum terkonfirmasi kelanjutannya.  (*/Tim Redaksi)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
Share via
Copy link