wajahborneo.com, Seruyan – Diduga akibat derasnya air sungai yang menghantam bahu jalan dan adanya aktivitas penyedotan air sungai dari pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Seruyan membuat jalan semenisasi di Desa Sungai Mitak Bawah menjadi ambruk.
Ketua Rukun Tetangga (RT) 04, Desa Persil Raya, Aliyum, Rabu, 7 Oktober 2026, mengatakan berdasarkan informasi dari masyarakat, jalan tersebut ambruk pada malam hari tepatnya pukul 19.00 WIB. Akibat peristiwa tersebut banyak masyarakat yang terdampak dan kesulitan untuk beraktivitas.
Dia menambahkan, pihaknya tidak dapat menetapkan secara pasti faktor utama jalan tersebut ambruk. Tetapi, dugaan sementara derasnya air sungai yang menghantam bahu jalan dan penyedotan air sungai yang dilakukan PDAM menjadi salah satu penyebabnya.
”Sebagian warga menduga aktivitas penyedotan air oleh PDAM menjadi salah satu pemicu tergerusnya tanah di sekitar lokasi yang membuat jalan ini ambruk. Namun, dugaan tersebut diragukan juga oleh warga lainnya,” ujarnya.
Menurut Aliyum, hantaman arus dari arah murung (endapan/gundukan tanah) di seberang sungai mengalihkan aliran air secara drastis langsung ke arah siring dan jalan di area permukiman warga. Selain itu, efektivitas pengerjaan pengerukan atau pemotongan murung yang dinilai belum maksimal juga menjadi pemicu pondasi jalan semenisasi menjadi kurang kuat dan mudah rusak (retak).
Selain itu, dia menuturkan, kejadian jalan ambruk tersebut bukan yang pertama kalinya terjadi di wilayah Sungai Mitak. Jalan ambruk sebelumnya juga sudah terjadi di rumah warga lainnya yang berdekatan dengan rumah RT 04.
”Awal pengerjaan jalan harusnya murung untuk menahan deras air sungai, lebarnya perlu disesuaikan dengan kondisi jalan (minimal 5 sampai 6 meter), agar kedepan peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan masyarakat yang tinggal disekitar bantaran sungai bisa lebih tenang” katanya.
Aliyum menjelaskan, jalan semenisasi tersebut sudah berapa kali dibangun dan kembali roboh karena bahan atau material kurang memadai dan tidak sesuai dengan pondasi jalan yang berada dipinggiran sungai. Untuk itu, perlu langkah penanganan yang efektif agar jalan yang dibangun dapat tahan lama dan membantu memudahkan aktivitas masyarakat setempat.
“Waktu itu kan pas penyerahan kunci bedah rumah, Bupati Seruyan sudah melihat kondisi jalan ini yang kami nilai cukup memprihatinkan, namun hingga sekarang belum ada tindaklanjut dari instansi terkait dan kami berharap Pemkab Seruyan dapat segera membangunkan jalan baru untuk membantu warga kami,” Ketua Rukun Tetangga (RT) 04, Desa Persil Raya, Aliyum, Rabu, 7 Oktober 2026.
Sementara itu, salah satu warga Sungai Mitak, Resa menuturkan, kondisi jalan ambruk membuat aktivitas masyarakat setempat terganggu khususnya warga yang tinggal di sekitar lokasi. Warga berharap ada tindak lanjut dari Pemkab Seruyan agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan normal.
“Harapan kita tu satu ja, semoga jalan ini dapat kembali dibangun karena sebagian masyarakat ikut terdampak dan kesulitan saat ingin melakukan aktivitas harian,” paparnya.
Hingga berita ini ditayangkan pukul 22.15 WIB, redaksi masih terus mencoba menghubungi direktur PDAM terkait ambruknya tanah di area pipa penyedotan air PDAM. Namun belum ada jawaban yang diterima.
🔍 “Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi para pihak/narasumber terkait untuk memberikan hak jawab, hak koreksi, maupun klarifikasi atas pemberitaan ini demi keberimbangan informasi”.
- Kontributor : Said Muhamad Dandi
- Editor : Bam Hermanto

