Jalan Hauling 147 Km Dikebut, DPRD Kalteng Harapkan Operasional Akhir 2025

Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Lohing Simon. Foto/Ist

wajahb👁️rneo.com, Palangka Raya – Proyek pembangunan jalan hauling antarprovinsi di Kalimantan Tengah menjadi sorotan. Jalan sepanjang 147 kilometer yang menghubungkan Kabupaten Gunung Mas dan Kapuas ini kini tengah dikebut pengerjaannya dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025.

Jalan alternatif ini diperuntukkan bagi angkutan berat milik perusahaan besar swasta (PBS), seperti truk pengangkut batu bara dan kayu, yang selama ini kerap merusak jalan umum dan memicu keluhan warga.

“Jalan ini dimulai dari mulut tambang di Simpang Sungai Hanyo kilometer 14 hingga berakhir di Desa Batengkong, Kapuas. Saat ini progresnya sudah mencapai 70 persen,” kata Lohing Simon, Senin, 17 Maret 2025.

Proyek strategis ini telah berjalan selama tiga tahun dan melibatkan sinergi antara Dinas Perhubungan dan Dinas PUPR Kalimantan Tengah. Menurut Lohing, jalan ini merupakan bagian dari visi Gubernur Kalteng yang disampaikan saat kampanye.

“Ini janji politik Gubernur Agustiar Sabran. Harapan kami, jalan ini bisa beroperasi penuh di akhir 2025 dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah,” ujarnya.

DPRD Kalteng juga menyoroti manfaat jangka panjangnya. Menurut Lohing, keberadaan jalan hauling ini menjadi solusi strategis dalam menyeimbangkan investasi dan kenyamanan warga.

“Selama ini, masyarakat sangat terganggu dengan kendaraan overloading di jalan umum. Maka, pembangunan jalan hauling adalah jawaban atas keresahan itu,” tegasnya.

Dia mengapresiasi langkah tegas Gubernur Kalteng sebelumnya, Sugianto Sabran, yang menutup akses jalan umum bagi truk overdimensi dan overloading (ODOL), langkah yang dinilai berpihak pada kepentingan rakyat.

Rencananya, jalan hauling ini akan menerapkan sistem berbayar khusus untuk perusahaan pengguna, sementara warga lokal dipastikan bisa mengakses jalan tanpa dikenakan biaya.

“Investasi tetap kita butuhkan demi peningkatan PAD. Tapi, kepentingan masyarakat jangan dikorbankan. Dengan jalan khusus ini, semua bisa diakomodasi,” pungkas Lohing. (din/red2)

Tinggalkan Balasan

Share via
Copy link