WAJAHBORNEO.com, Seruyan – Ketua DPRD Seruyan Zuli Eko Prasetyo menginginkan agar program pelatihan kerja yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menyesuaikan dengan potensi daerah dan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Pelatihan kerja juga harus sesuai dengan potensi yang kita miliki, sehingga masyarakat Seruyan dapat bersaing untuk mendapatkan pekerjaan tersebut,” kata Ketua DPRD Seruyan, Zuli Eko Prasetyo. Jumat, 11 Juni 2021.
Selama ini katanya, program latihan kerja yang ada di Balai Latihan Kerja (BLK) Seruyan kebanyakan disektor kelistrikan, otomotif dan lain sebagainya.
“Padahal, jika disesuaikan dengan potensi daerah, maka masih ada sektor yang dinilai sangat potensial yakni dibidang perkebunan kelapa sawit, pertanian,” katanya lagi.
“Program pelatihan disektor perkebunan kelapa sawit saat ini sangat potensial sekali, jadi dengan adanya pelatihan kerja di bidang perkebunan tersebut tentu akan lebih berguna bagi masyarakat yang mengikuti program itu,” ujarnya.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menjelaskan, saat pembahasan rancangan perubahan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, dia juga sudah memanggil pihak Disnakertrans untuk membahas permasalahan tenaga kerja lokal yang ada di Seruyan.
“Banyak keluhan masyarakat karena perkebunan kelapa sawit ebih memilih tenaga kerja luar dari pada tenaga kerja lokal. Saya menantang Disnakertrans untuk bisa segera menyelesaikan permasalahan tersebut. DPRD Seruyan siap mendukung jika sesuai dengan peruntukkannya dan berdampak baik terhadap masyarakat,” paparnya.

