Ketua GOW Barito Utara Hadiri Evaluasi Mandiri Kabupaten Layak Anak 2026

Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Barito Utara, Mira Apriyantinada Felix S.Y. Tingan, menghadiri Evaluasi Mandiri KLA Tahun 2026 di Ruang Rapat A Setda, Kamis, 26 Februari 2026. Foto/Ist/yon/diskominfosandi

wajahborneo.com, Barito Utara — Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Barito Utara, Mira Apriyantinada Felix S.Y. Tingan, menghadiri pelaksanaan Evaluasi Mandiri Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat A Setda, Kamis, 26 Februari 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi bersama dalam memastikan terpenuhinya hak-hak anak serta perlindungan anak di daerah. Kehadiran Ketua GOW menunjukkan komitmen dan dukungan organisasi perempuan dalam mendorong terwujudnya lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi anak-anak di Barito Utara.

Dalam forum yang dihadiri unsur perangkat daerah, anggota Gugus Tugas KLA, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, dibahas sejumlah indikator penting dalam penilaian Kabupaten Layak Anak.

Evaluasi mandiri ini bertujuan untuk mengukur capaian kinerja daerah dalam lima klaster utama pemenuhan hak anak, mulai dari hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan dan pemanfaatan waktu luang, hingga perlindungan khusus.

Mira Apriyantinada menyampaikan peran perempuan dan keluarga sangat strategis dalam mendukung keberhasilan program Kabupaten Layak Anak.

Menurutnya, upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak tidak dapat berjalan optimal tanpa keterlibatan aktif kaum ibu dan organisasi perempuan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan keluarga dan masyarakat.

“Evaluasi Mandiri KLA ini harus menjadi bahan introspeksi bersama, bukan sekadar memenuhi kelengkapan administrasi. Kita perlu melihat sejauh mana program dan kebijakan yang ada benar-benar berdampak bagi anak-anak di Kabupaten Barito Utara,” ujarnya.

Mira Apriyantinada menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak. GOW, lanjutnya, siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat edukasi keluarga, mendorong pola pengasuhan yang positif, serta meningkatkan kesadaran tentang hak dan perlindungan anak.

“Pelaksanaan evaluasi mandiri ini sekaligus menjadi wadah untuk mengidentifikasi tantangan yang masih dihadapi, termasuk dalam hal pemenuhan data dukung dan implementasi program di lapangan. Dengan data yang akurat dan objektif, diharapkan perencanaan kebijakan ke depan dapat lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” jelasnya. (yon/bam/red2)

Tinggalkan Balasan

Share via
Copy link