ωajàhßörneo.cóm, Barito Utara — Rencana pelebaran sejumlah ruas jalan di kawasan perkotaan Muara Teweh mulai dimatangkan demi mengurai kepadatan lalu lintas dan menata fasilitas umum. Pemerintah daerah berupaya memastikan proyek fisik ini tidak mengorbankan aset serta kenyamanan proses belajar mengajar di sekolah-sekolah yang berada di tepi jalan.

Sejalan dengan itu, koordinasi antara Dinas Pendidikan serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Barito Utara dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya terus dilakukan.
Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Nurul Anwar, mendukung penuh pendekatan koordinatif tersebut. Penataan infrastruktur perkotaan memang mendesak, tetapi keselamatan dan ketenangan belajar anak sekolah harus tetap menjadi prioritas utama.
“Sinergi lintas pemerintah kabupaten dan provinsi ini sangat penting. Pembangunan infrastruktur harus jalan, tapi aktivitas belajar siswa jangan sampai terganggu,” katanya, Selasa, 14 Juli 2026.
Nurul mengungkapkan, setiap pengerjaan yang menyentuh kawasan pendidikan wajib direncanakan secara terukur. Proses penyesuaian lahan maupun administrasi pengalihan aset sekolah harus dilakukan secara terbuka dan sesuai aturan hukum agar tidak memicu persoalan di kemudian hari.
“Kami berharap seluruh proses administrasi diselesaikan dengan cermat. Jangan sampai ada hak-hak peserta didik yang terabaikan saat program pelebaran jalan direalisasikan,” ujarnya.
Nurul menambahkan, DPRD akan terus memantau pelaksanaan proyek di lapangan agar target pembangunan jalan beriringan dengan perlindungan fasilitas publik.
“Kerja sama antarlembaga yang solid merupakan syarat utama agar penataan kota Muara Teweh berjalan lancar tanpa mengorbankan kualitas pendidikan daerah,” jelasnya. (tio/bam/red2)
