wajahborneo.com, Seruyan – Masyarakat daerah pemilihan (dapil) II Kabupaten Seruyan mengeluhkan sulitnya akses air ke daerah pertanian, kalangan Legislatif meminta instansi terkait agar bisa menggali tanah yang menutupi akses air untuk ke luar maupun masuk.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan, Sukran Ma’mun menyampaikan, masyarakat meminta agar bagian badan jalan pertanian kembali dikeruk atau dilakukan cuci parit. Hal ini sangat diperlukan agar air dapat masuk ke daerah lahan pertanian dan tanaman padi tidak kekurangan air.
“Sektor pertanian di dapil II memiliki kualitas yang sangat bagus dan bisa membangkitkan perekonomian masyarakat. Namun, perlu upaya dari instansi terkait untuk melakukan cuci parit agar air mudah ke luar dan masuk lahan,” katanya, Senin, 28 Oktober 2024.
Ia menjelaskan, akses pertanian di dapil II sejauh ini juga banyak yang masih belum optimal. Dimana samping jalan pertanian banyak tanah yang tinggi dan membuat air sulit masuk. Inilah yang kerap kali membuat para petani kesulitan untuk memastikan kondisi air di lahan pertanian.
“Jika keluhan masyarakat khususnya para petani ini dapat didengar dan ditindaklanjuti oleh pemda, tentu aktivitas pertanian di dapil II menjadi lebih baik dan meningkat dari yang sebelumnya,” harapnya. (**)
