wajahborneo.com, Seruyan – Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Seruyan Hilir, Kuala Pembuang I mengklarifikasi hasil laboratorium pada sampel Makanan Bergizi Gratis (MBG), Selasa, 28 Juli 2026 lalu, positif mengandung bakteri.
Koordinator Wilayah (Korwil) Kabupaten Seruyan, Muhammad Raffin, saat diwawancarai media di Cafe Senggang, Senin, 3 Agustus 2026, mengatakan kronologi keracunan massal tersebut sudah dilaporkan kepada pimpinan pusat.
“Untuk saat ini, SPPG Seruyan Hilir Kuala Pembuang I, telah mendapatkan punishment dari BGN (Badan Gizi Nasional), yaitu surat pemberhentian sementara (suspend),” katanya.
“Sebelumnya, kami dari BGN mengucapkan terima kasih kepada teman-teman media yang selalu mengawal kejadian kemarin. Kami dari BGN meminta maaf kepada teman-teman yang terdampak terkait dugaan keracunan MBG yang telah terjadi beberapa hari yang lalu,” sambungnya.
Raffin menambahkan, suspend merupakan pemberhentian sementara yang dilakukan pimpinan pusat, dalam hal ini BGN. Untuk dapat kembali beroperasi, SPPG akan melengkapi berkas administrasi, di antaranya dengan melengkapi administrasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang akan dievaluasi, seperti sertifikat Chef, izin dari DLH (Dinas Lingkungan Hidup), serta perbaikan infrastruktur yang akan dievaluasi perkembangannya ke depan.
“Per tanggal 1 Agustus 2026 kemarin, untuk hasil laboratorium perihal menu yang sempat ramai itu sudah dirilis, dan hasilnya memang pada menu tersebut seperti nasi uduk dan telur orek positif mengandung bakteri. Ke depan kami akan evaluasi dan membina kembali untuk ahli gizi, akuntan, beserta Kepala SPPG agar menerapkan menu-menu yang wajib serta menghindari karakter menu yang tidak boleh disajikan ke penerima manfaat,” ujarnya.
Dia menegaskan, ke depan pihaknya akan memantau proses perbaikan SPPG yang di-suspend tersebut. Agar kejadian serupa tidak terulang dan makanan yang disajikan lebih banyak mengandung gizi.
“Saya selaku Korwil akan selalu memantau proses perbaikan dari SPPG yang di-suspend tersebut. Agar penerima manfaat bisa memperoleh kandungan gizi dari makanan yang dikonsumsi,” tegasnya.
- Kontributor : Said Muhamad Dandi
- Editor : Bam Hermanto
