wajahb👁️rneo.com, Palangka Raya – Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Oki Maulana, menyuarakan sejumlah persoalan penting hasil kegiatan reses Masa Sidang II Tahun 2025 di Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kotawaringin Barat, Lamandau, dan Sukamara.
Okki menyebut, aspirasi masyarakat masih didominasi oleh keluhan soal infrastruktur, agraria, dan layanan dasar. Khusus di Kabupaten Sukamara, krisis air bersih saat musim kemarau menjadi isu utama. Warga mengusulkan pembangunan sumur bor dan jaringan pipa air bersih di sejumlah desa.
Selain itu, di ruas jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, masyarakat menuntut penegakan Perda Nomor 7 Tahun 2012 terkait batas muatan angkutan CPO, yang kerap menjadi penyebab rusaknya jalan.
“Kegiatan reses ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas konstitusional, dan menjadi jembatan antara aspirasi rakyat dan kebijakan daerah,” ujarnya, Kamis, 10 April 2025
Salah satu sorotan utama dalam laporannya adalah kondisi infrastruktur jalan dan jembatan yang memprihatinkan. Di Kotawaringin Barat, ruas jalan provinsi yang menghubungkan kota dan wilayah pinggiran dinilai rusak parah hingga membahayakan keselamatan warga.
“Perbaikan ini mendesak, tidak hanya soal keselamatan, tetapi juga untuk memperlancar roda ekonomi lokal,” ujarnya.
Persoalan serupa ditemukan di Lamandau, terutama di wilayah Bulik Timur, Sematu Jaya, dan Mentobi Raya.
“Akses jalan yang rusak parah menjadi penghambat utama mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian. Warga juga mengusulkan perbaikan jembatan yang menjadi penghubung vital antarkawasan pertanian,” katanya.
Oki juga menyoroti masalah agraria, khususnya program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang terhambat karena status lahan yang belum “clear and clean”. Banyak petani tidak bisa mengakses bantuan karena lahan mereka masih termasuk dalam kawasan hutan.
“Kami mendorong pemerintah daerah untuk memberikan solusi konkret dan mempercepat proses sertifikasi lahan,” sambungnya.
Sementrara, di sektor pertanian dan peternakan, masyarakat mengusulkan bantuan bibit ikan, kolam percontohan, serta fasilitas inseminasi buatan. Sementara di bidang sosial, permintaan bantuan tunai dan sembako bagi warga miskin dan lansia belum terdata, menjadi perhatian serius.
Oki berharap laporan reses ini menjadi acuan dalam penyusunan program prioritas pembangunan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng. (din/red2)
