wajahborneo.com, Seruyan — Laga Final Piala Bupati Cup Seruyan 2026 yang mempertemukan Tim Seruyan Hilir Timur (SHT) A dengan Fatimah FC di Lapangan Gagah Lurus Kuala Pembuang, Kecamatan Seruyan Hilir, Rabu, 19 Agustus 2026 siang berlangsung panas.
Laga puncak turnamen sepak bola sarat gengsi tersebut juga disaksikan langsung Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda bersama Wakil Bupati H. Supian, Plh Sekda dr. Bahrun Abbas, Ketua KONI Seruyan, Harsandi, Forkompimda serta sejumlah kepala SOPD di lingkup Pemkab Seruyan.
Tidak ingin melewatkan momen menjadi juara pada turnamen kali ini, kedua tim yang menurunkan pemain-pemain terbaiknya saling bertukar serangan secara bergantian sejak menit awal ketika peluit wasit dibunyikan tanda dimulainya pertandingan. Hingga akhirnya, pada menit ke-25, berawal dari sebuah serangan terorganisir di sisi kanan lapangan, tendangan pemain nomor punggung 11, Hefri, di area kotak penalti berhasil mengecoh penjaga gawang, Gol, Skor 1-0 untuk Tim SHT bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, tingginya tensi pertandingan dan antusiasme penonton membuat suasana di area pinggir lapangan juga menegang. Hingga satu insiden terjatuhnya penyerang tim Fatimah FC di kotak penalti memicu sejumlah penonton masuk ke lapangan. Mereka protes karena menilai terjadi pelanggaran, namun wasit tidak melihat adanya pelanggaran itu.
Melihat situasi yang memanas, wasit terpaksa menghentikan pertandingan. Bahkan pertandingan tertunda selama lebih dari 30 menit. Sementara panitia pelaksana bersama aparat keamanan terus mendinginkan situasi.
Tepat pukul 16.30 pertandingan babak kedua kembali dilanjutkan, dengan sisa waktu 15 menit dan dalam kondisi tertinggal 1-0, Fatimah FC terus berusaha menekan untuk menyamakan kedudukan, beberapa kali umpan-umpan panjang terukur di area kotak penalti cukup merepotkan pertahanan Tim SHT A, namun belum membuahkan hasil.
Sebaliknya, Tim SHT A yang mengandalkan kecepatan serangan melalui kedua pemain sayapnya juga terus berusaha menambah gol. Bahkan salah satu pemain Tim SHT A, Ronal Kece, harus dikawal beberapa pemain agar tidak leluasa bergerak.
Hingga akhirnya, peluang emas Fatimah FC datang pada menit ke-80. Diawali dengan serangan balik cepat, through pass pemain tengah Fatimah FC berhasil mengecoh barisan pertahanan Tim SHT A. Lolos dari perangkat offside, penyerang Fatimah FC yang tinggal berhadapan one-on-one dengan penjaga gawang gagal mengonversi peluang tersebut menjadi gol.
Hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor 1-0 untuk kemenangan Tim SHT A tidak berubah, Tim SHT keluar sebagai juara Piala Bupati Cup Seruyan edisi tahun 2026. Selamat ya..!
Apresiasi dari Bupati Seruyan
Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, mengapresiasi seluruh jajaran panitia yang sudah bekerja maksimal menyukseskan gelaran turnamen Bupati Cup Seruyan 2026.
“Saya atas nama Pemda mengucapkan terima kasih kepada ketua dan seluruh panitia yang sudah berusaha maksimal menyelenggarakan Turnamen Sepak Bola Bupati Cup Seruyan 2026 dengan total 26 tim. Turnamen tahun ini juga berhasil menghimpun dana hadiah terbesar dalam sejarah gelaran turnamen di Seruyan,” ujarnya.
Wanda menjelaskan, dalam turnamen tersebut Seruyan Hilir Timur keluar sebagai Juara 1 dengan hadiah Rp24 juta, Fatimah FC Juara 2 dengan hadiah Rp15 juta, dan Juara 3 masing-masing Rp. 4 juta.
“Meskipun sempat terjadi insiden kecil dalam pertandingan, namun tidak memutus tali silaturahmi antar para pemain dan suporter,” katanya.
Dia menambahkan, Bupati Cup tidak sekadar ajang kompetisi, turnamen ini merupakan sarana pembinaan olahraga serta mental generasi muda agar memiliki jiwa juang, solidaritas, dan kedisiplinan.
Sementara, Ketua Panitia Bupati Cup Seruyan 2026, Faldo Holio Ramadhan, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan selama pelaksanaan turnamen, antusiasme luar biasa dari pemain, official, masyarakat, serta semua pihak yang memberikan support.
“Pertandingan demi pertandingan menjadi momentum untuk memperlihatkan jika sepak bola di Kabupaten Seruyan memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang. Kami juga menyampaikan permohonan maaf jika selama penyelenggaraan turnamen terdapat kekurangan, baik dalam pelayanan, pelaksanaan pertandingan, maupun hal lainnya yang kurang berkenan,” jelasnya. (*/red3)
