wajahborneo.com, Muara Teweh – Barito Utara juga telah membangun jaringan internet di beberapa area publik dan mendirikan sejumlah tower BTS (Basic transciever station), di daerah desa-desa kategori blank spot area atau sinyal lemah di 25 titik dari 65 titik desa blank spot dengan program LINDA (Layanan Internet Desa) Batara.
Jaringan digitalisasi pemerintahan yang saat ini menjadi tulang punggung dari visi transformasi pemerintahan Joko Widodo telah merambah ke desa-desa berkategori blank spot/sinyal lemah/non 4G. Dan desa-desa seluruh kabupaten Barito Utara menjadi bagian tak terpisahkan dari visi presiden tersebut.
Pj Bupati Barito Utara, Drs Muhlis, Rabu, 10 Januari 2024 mengatakan Pemkab Barito Utara telah menganggarkan anggaran penyediaan internet desa kategori blank spot sejak kepemimpinan H Nadalsyah dan Sugianto Panala Putera sampai tahun 2023, dan dilanjutkan kembali pada anggaran tahun 2024.
“Hasilnya telah mampu meng-cover 25 titik desa dari 65 desa kategori blank spot,” katanya.
“Melalui Dinas Kominfosandi yang bekerjasama dengan salah satu provider, kita telah menyalurkan internet sekitar 40 persen dari target 100 persen pada tahun-tahun mendatang,” sambungnya.
Menurut Muhlis, hal tersebut agar pemerintahan desa mendapatkan hak akses yang sama terhadap internet terutama aplikasi-aplikasi pemerintahan yang saat ini hampir rata-rata menggunakan media internet atau gawai digital.
Itu muncul dari kesadaran dan kebutuhan digitalisasi yang bukan hanya domain masyarakat dan pemerintah kota, tapi juga hak komunitas pedesaan dalam mengakses internet dan aplikasi-aplikasi penunjang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Sementara, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosandi) Kabupaten Barito Utara, H Mochamad Ikhsan, menjelaskan tahun 2024 ini, pihaknya telah merencanakan penambahan bandwith layanan jaringan instansi bertujuan mematangkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang handal serta mengentaskan beberapa desa yang terdampak blank spot. (Yon)
