Pemkab Seruyan Ikuti Vicon Perkembangan Situasi Karhutla Pangdam XII/ Tambun Bungai, Sinergi Antisipasi Karhutla Yang Masih Berkepanjangan ‎

Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda (dua dari kanan) saat mengikuti Vicon perkembangan situasi Karhutla Pangdam XII/ Tambun Bungai TA 2026, di Aula BPBD Seruyan, Selasa, 13 Oktober 2026. Foto/Said M. Dandi/wajahborneo.com

wajahborneo.com, Seruyan — Mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Seruyan yang kini semakin marak terjadi dan mulai mendekati pemukiman. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan terus memaksimalkan kelengkapan sarana dan prasarana (Sarpras) serta mengimbau masyarakat untuk menjaga lahannya masing-masing.
‎
‎”Kami telah menyiagakan penanganan di lokasi kejadian, memberikan himbauan kepada masyarakat, memperkuat tenaga (aparat) serta memaksimalkan kelengkapan Sarpras,” kata Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda usai mengikuti Vicon perkembangan situasi Karhutla Pangdam XII/ Tambun Bungai tahun anggaran (TA) 2026, di Aula BPBD Seruyan, Selasa, 13 Oktober 2026.
‎
‎Dalam Vicon tersebut Ahmad Selanorwanda didampingi juga Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Seruyan, dr. Bahrun Abbas, Kabag Ops Polres Seruyan, Kompol Ari Prasetyo, SOPD, dan FKPD.
‎
‎Wanda mengatakan, musim kemarau diprediksi masih berlangsung panjang hingga musim hujan nanti (pertengahan hingga akhir November 2026 prediksi BMKG untuk wilayah Kalimantan Tengah), dengan begitu potensi Karhutla masih mengancam masyarakat dan perlu dukungan semua pihak untuk meminimalisir terjadinya Karhutla.
‎
‎”Berdasarkan hasil Vicon Pangdam XII/ Tambun Bungai terus memberikan dukungan dan mengingatkan agar tetap semangat, tidak lengah, serta terus menjaga koordinasi yang baik dengan berbagai kesatuan (Pemerintah Daerah, TNI, Polri, masyarakat, hingga perusahaan),” ujarnya.

‎Dia menjelaskan, Pemkab Seruyan telah melakukan pemetaan wilayah serta menginventarisir pemilik lahan, agar berperan aktif menjaga lahan guna mencegah terjadinya Karhutla. Selain itu, koordinasi dengan posko terus ditingkatkan agar potensi Karhutla dapat segera dimitigasi dan diatasi bersama-sama.

“Sebagai bentuk antisipasi ke depan, kita telah memetakan kondisi tertentu dan menginventarisir para pemilik lahan untuk menggugah tanggung jawab serta peran aktif mereka dalam menjaga lahan masing-masing. Koordinasi posko di berbagai titik juga senantiasa dilaksanakan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat,” jelasnya.


  • Kontributor : Said Muhamad Dandi
  • Editor           : Bam Hermanto

‎

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
Share via
Copy link